Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Makassar menggelar pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).
Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy dengan tema memulai berwirausaha secara digital berlangsung selama 2 hari, dimulai Jumat, 21 hingga 22 Mei 2021 di hotel Binamu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Pelatihan itu diikuti sebanyak 50 pelaku UMKM se-kabupaten Jeneponto dengan pelaksanaannya dibagi ke dalam 2 kelas untuk menerima materi pembelajaran.
Dalam pelaksanaan pelatihan itu, panitia menghadirkan instruktur dari Digital Talent Scholarship, Digitalent, BBPSDMP Kominfo Makassar.
“Pelaksanaan pelatihan ini dibagi dua kelas, agar peserta lebih fokus selama menerima materi yang diberikan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” kata Dr. Faisal Risadi selaku ketua panitia dalam laporannya.
- Buka Pelatihan Ground Check PBI Tahap II, Bupati Jeneponto Tekankan Pentingnya Akurasi Data
- Pastikan Berjalan Optimal, Bupati Jeneponto Pantau Pelayanan Publik Pasca Libur Idul Fitri 1447 H
- Bupati Jeneponto Salat Idul Fitri Bersama Ribuan Warga, Paparkan Pertumbuhan Ekonomi dan IPM
- Bupati Jeneponto Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka
- Bupati Jeneponto Pimpin Rapat Persiapan Pelaporan Program Strategis Nasional 2026
Dr. Faisal Risadi juga menegaskan kepada semua yang terlibat dalam pelatihan tersebut untuk menerapkan SOP protokol kesehatan.
“Untuk menghindari penularan Covid-19 seluruh peserta wajib menjalani swab, menjaga jarak, memakai masker, setiap kelas ditempati 25 peserta,” terangnya.
Sementara kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jeneponto, H. Manrancai Sally dalam sambutan menyampaikan, Pemerintah dan stakeholder harus senantiasa beriringan dalam meningkatkan peranan UMKM sebagai upaya penguatan ekonomi domestik maupun nasional ditengah Pandemi Covid-19.
“Memperbanyak dan mengembangkan UMKM yang berbasis digital juga menjadi faktor penting yang tidak boleh dikesampingkan apalagi dimasa Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Lebih lanjut m, H. Manrancai Sally mengatakan, pengembangan UMKM berbasis digital perlu adanya peta jalan yang jelas dan berkesinambungan agar keberadaanya dapat dirasakan masyarakat.
“Kedepan kita mesti memiliki peta jalan (road Map) yang jelas dan berkelanjutan agar pengembangan UMKM berbasis digital tidak hanya selesai pada ruang pelatihan, tetapi hadir serta memberi manfaat pada masyarakat,”pungkasnya
H. Manrancai Sally pun berharap kepada seluruh peserta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan.
“Kami berharap agar semuanya bersungguh-sungguh memgikuti pelatihan agar setelah itu memiliki nilai konfetitif di masyarakat,” harapnya.
Saat memberikan sambutan, Plt. Kepala BBPSDMP Makassar, Rusman Pala, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto atas atas terlaksananya pelatihan itu.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, karena telah bersedia menjadi tuan rumah, ini adalah upaya konstruktif dalam pengembangan UMKM kita dengan sentuhan teknologi,”ujarnya
Ia juga menjelaskan mengenai krisis ekonomi yang dialami Indonesia secara nasional, menurutnya akibat Pandemi, krisis saat ini berbeda dengan tahun 1998 yang memungkinkan pelaku usaha bertransaksi melalui teknologi virtual.
“Tahun 1998, Bangsa Indonesia mengalami krisis dari sektor non rill, saat ini lebih parah, karena yang bermasalah adalah sektor rill, dengan aktifitas ekonomi masyarakat diluar rumah yang dibatasi akibat Pandemi,” jelas Rusman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
