Terkini.id, Jakarta – Calon Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Afifah Alia mengaku geram dengan kelakuan rivalnya di Pilwalkot Depok, Imam Budi Hartono, yang diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual secara verbal terhadapnya.
Dalam pengakuannya, Afifah mengatakan dirinya diajak sekamar oleh Imam saat melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung.
“Saya, Afifah Alia, kandidat Pilkada Kota Depok 2020, calon Wakil Wali Kota Depok, atas pelecehan yang saya alami, saya marah, atas lontaran yang telah disampaikan oleh Imam Budi,” kata Afifah, Jumat 11 September 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Ia pun menceritakan kronologi kejadian yang diduga dilakukan Imam Budi. Peristiwa itu, kata Afifah, terjadi di RS Hasan Sadikin, Bandung, pada 8 September 2020, yaitu hari pertama pemeriksaan kesehatan dan pembagian kamar untuk peserta.
Afifah menyebut saat itulah Imam Budi menyampaikan kalimat ‘sekamar sama saya saja’.
- Goes To Campus, BPJS Cabang Bulukumba Gandeng HPMT Komisariat INTI Gelar Sosialisasi JKN
- PT Vale Bekali Tenaga Kerja Lokal dengan Keterampilan Alat Berat
- Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar Sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Jadi Rumah Nyaman Bagi Seluruh Kader
- Fashion Show Tenun Nusantara Jadi Daya Tarik Delegasi Internasional di IGS 2026 Makassar
- IGS 2026: Delegasi 28 Negara Nikmati Sunset Losari dan Kuliner Khas Makassar di Kapal Pinisi
“Kamar kandidat Pilkada Depok bersebelahan, saat petugas RS menginformasikan kamar saya, tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran ‘sekamar sama saya saja, Bu Afifah’,” cerita Afifah.
Peristiwa itu, kata Afifah, tak hanya disaksikan oleh dia dan Imam Budi. Saat kejadian, kata Afifah, ada Idris yang malah terpingkal-pingkal saat Imam Budi melontarkan ‘sekamar sama saya saja’.
“Di situ ada Pak Idris yang mendengar, lalu tertawa terbahak-bahak sambil jarinya menunjuk Pak Imam. Saat itu saya merasa geram, saya sangat marah, namun saya memilih diam,” ujar Afifah.
“Saya sedang mempersiapkan diri untuk pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama dua hari. Tidak ada tim yang mendampingi saya, karena peraturan mengharuskan masing-masing paslon tidak didampingi,” sambungnya.
Ia pun baru mengungkapkan kejadian tersebut karena pemeriksaan kesehatan telah rampung dijalaninya.
Kendati dianggap becanda oleh Imam Budi, namun dirinya tak terima dengan frasa ‘sekamar sama saya’.
“Candaan itu menyiratkan ketidakpedulian terhadap perempuan, candaan yang mengandung pelecehan. Apa maksudnya melontarkan ‘sekamar sama saya saja, Bu Afifah’ ketika pembagian kamar isolasi bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan paslon. Di rumah sakit,” ujarnya.
Calon Wawalkot Depok yang merupakan Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak PDIP Depok, mengaku paham dengan perasaan perempuan yang dilecehkan.
“‘Sekamar sama saya saja Bu Afifah’, lalu cengengesan. Di sana ada Pak Idris, yang notabene adalah Wali Kota Depok yang sedang mencalonkan diri kembali dalam pilkada, tertawa terbahak-bahak sambil tangannya menunjuk Pak Imam Budi. Mungkin mereka merasa ini adalah hal yang lucu,” ujar Afifah.
“Saya ingin tahu, bagaimana jika hal ini terjadi pada ibu mereka, istri mereka, atau anak perempuan mereka, apakah mereka akan diam dan tenang-tenang saja? Jika jawabannya iya, selesai perkara, jelas kita berbeda. Mereka adalah patriarki yang tidak menganggap keberadaan perempuan bisa dalam posisi yang sama sebagai manusia. Sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam Pilkada Depok, saya paham betul tantangan yang saya hadapi,” lanjutnya.
Terkait hal itu, Imam Budi Hartono mengaku bahwa ajakannya itu tidak ditujukan kepada Afifah. Melainkan kepada cucunya.
“Itu untuk mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama paslon, dan yang saya maksud Afifa itu panggilan cucu saya, bukan beliau,” ujar Imam Budi Hartono.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
