Makassar Terkini
Masuk

Mie Sedaap Dilarang Masuk Taiwan, Netizen: Nggak Heran Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (FDA) telah memutuskan untuk melarang masuk produk mie instan buatan Filipina, Jepang dan Indonesia ke Taiwan.

Setelah melakukan penyelidikan terhadap mie instan yang masuk ke Taiwan, FDA menemukan bahwa beberapa produk mie instan mengandung kadar residu pestisida yang berlebih.

Menurut media Focus Taiwan, produk mie instan yang ditolak masuk ke Taiwan dianggap tidak memenuhi standar yang berlaku.

Jumlah seluruh produk mie instan yang ditolak masuk ke Taiwan oleh FDA mencapai 4.431,96 kg. 

“Rinciannya meliputi 4.047,4 kg mi cup Mie Sedaap dari Indonesia, dan 327,6 kg mi cup Lucky Me dari Filipina, keduanya diimpor oleh Perusahaan Grup ELOM Taiwan,” ujar FDA Taiwan, dikutip dari detikcom, Kamis 7 Juli 2022.

Lebih lanjut lagi, akibat begitu banyaknya produk mie instan Indonesia yang terkontaminasi, bea cukai Taiwan meningkatkan persentase impor yang diperiksa dari semula 5-10 persen sekarang mencapai 20 persen.

Selain mie cup Mie Sedaap Indonesia, produk instan dari negara lain juga banyak yang dilarang masuk ke Taiwan.

Mie instan asal Jepang merek mie cup Acecook, yang diimpor oleh Zhong Xin International Development Co juga memiliki nasib yang sama dengan Indonesia.

“Makanan di bawah standar lainnya yang ditolak oleh bea cukai termasuk Best Camellia Oil dari China dan kantong teh Queen Victoria dari Australia,” tutur FDA Taiwan.

Setelah mengumpulkan semua produk mie instan yang dianggap tercemar dan dibawah standar, FDA Taiwan akan mengembalikan produk tersebut ke negara asal atau dihancurkan.

Hingga berita ini diturunkan, BPOM Indonesia belum memberikan tanggapannya terkait dugaan mie cup Mie Sedaap asal Indonesia yang dianggap mengandung residu pestisida berlebih.

Melihat berita tentang mie cup Mie Sedaap Indonesia yang dilarang masuk ke Taiwan, netizen turut mengomentari masalah ini.

Cuitan Netizen Soal Mie Instan Indonesia yang Ditolak Masuk Taiwan (screenshot kolom komentar Twitter @detikcom)

“Kurang tau apakah BPOM  punya program rutin bulanan atau mingguan utk cek acak makanan, sering kelihatan di tv kalau bulan rmadhan doang pas mau lebaran,” tulis akun Twitter @syahli_sitorus, dilihat pada Kamis 7 Juli 2022.

“Persaingan bisnis biasa,” papar akun Twitter @baygoncairr.

“Oh mie modelan cup merek yang itu. Kurang suka sih dan rasanya juga asin gimana gitu. Bayangin, mengandung residu pestisida,” lanjut akun Twitter @samektabangun.

“Pernah nemui juga, ada 2 produk utk pasutri, yg tdk layak edar karena kandungannya ternyata terdapat zat berbahaya. itu pun lolos dari BPOM. Dan yg mengetahui kandungan aslinya malah dr perusahan pemasar, BPOM mana tau. Aneh si…” tambah akun Twitter @vinaariaja.

“BPOM akan tau saat bulan puasa semua jenis makanan disidak sampe ikan asin pun disidak. Jadi kita sebagai masyarakat akan aman konsumsi selama puasa,” pungkas akun Twitter @aagugunguntara.

“Ga heran indonesia,” ulas akun Twitter @yudo7.