Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, seorang mualaf bernama Mario Rajasa, membagikan kisahnya sebelum memeluk agama Islam.
Adapun kisah perjalanan spiritual luar biasa miliknya itu ia sampaikan melalui podcast YouTube Mualaf Center Aya Sofa yang diunggah pada Jumat lalu, 25 Maret 2022.
Di sana, Mario mengaku sebelum masuk Islam, dirinya pernah dibaptis masuk Katolik. Namun, bukannya merasa tenang, ia malah merasa gelisah dan depresi.
“Sebelum punya agama, saya nakal dulu, sering nonton film porno dan hampir kriminal. Saya dibaptis masuk Katolik tahun 2011, tapi saya tidak merasakan ketenangan apa-apa,” ungkapnya, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Kamis, 31 Maret 2022.
“Saya malah mabuk-mabukan dan pernah begadang empat hari lima hari nonstop karena merasa gelisah dan depresi. Pelariannya alkohol dan kopi.”
Melihat anaknya yang beralih kepercayaan ke agama Islam, tentunya membuat orang tua Mario kaget.
Mario yang saat itu ketahuan sedang belajar membaca Alquran pu dimarahi sampai dikatai teroris oleh orang tuanya.
“Waktu dulu awal-awal bersyahadat, pertama kali keluar negeri tahun 2016, saya bawa Alqran,” jelasnya.
“Orang tua saya marah, Alquran saya dibanting sampai saya dikatai ‘nanti otak kamu jadi teroris dan lain sebagainya’,” sambungnya.
“Lagi gencar-gencarnya ISIS, orang tua saya gak suka. Katanya saya nanti ngebom orang.”
Hampir memasuki umur 27 tahun, Mario menjalani agama Islam dengan baik. Meskipun sempat pernah diajak kembali ke agama katolik, tetapi ia tetap teguh dengan agama barunya.
“Saya pernah mau diajak lagi ke Gereja. Saya gak mau, saya sudah masuk Islam. Saya mau sungguh-sungguh dalam Islam,” tandas Mario.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
