Terkini, Jeneponto – Sebuah pernyataan singkat yang sempat terlontar dari mulut manajer SPBU di Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, nyaris membongkar tabir gelap praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang telah lama diduga terjadi di daerah ini. Pernyataan yang menyebutkan adanya “setoran atau iuran” kepada sejumlah oknum aparat itu sontak memicu gelombang pertanyaan publik, sekaligus menguatkan dugaan bahwa peredaran BBM ilegal di Jeneponto berjalan berkat dugaan perlindungan pihak berwajib.
Namun ironisnya, tak lama setelah kabar itu menyebar luas dan terekam dalam rekaman percakapan, orang yang bersangkutan justru menarik kembali ucapannya—peristiwa yang dinilai banyak pihak sebagai tanda kuat adanya tekanan hingga ia terkesan “dibungkam” sebelum kebenaran sepenuhnya terungkap.
Pernyataan Nyaring yang Mengguncang, Lalu Tiba-Tiba Ditarik Kembali
Kisah ini bermula dari percakapan yang sempat didengar dan terekam, di mana manajer SPBU yang berinisial WB mengaku berbincang dengan sejumlah pelanggan pengepul BBM. Dalam perbincangan itu, WB menyebutkan bahwa operasional penjualan solar bersubsidi di tempatnya tidak berjalan sendirian, melainkan ada kewajiban membayar sejumlah “iuran” kepada oknum aparat agar aktivitas berjalan lancar tanpa hambatan.
Pernyataan itu kemudian dimuat dalam laporan media daring Penjuru.id, yang sekaligus membuka mata publik mengapa praktik penyalahgunaan BBM subsidi di Jeneponto selama ini terkesan berjalan mulus dan sulit diberantas.
- PMSM Sulsel Ajak Praktisi HR Bangun Kepemimpinan Berbasis Coaching
- Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI dan Smart Technology
- Sompo Indonesia Catat Kinerja Keuangan Kuat pada 2025, Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1425 Jeneponto Mengangkat Derita Keluarga Sederhana, Membangun Rumah dan Harapan
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
Namun baru beberapa hari kabar itu mencuat, WB secara tiba-tiba mengeluarkan klarifikasi yang berbalik 180 derajat. Dalam rilis yang juga dimuat oleh media yang sama, WB mengakui memang sempat mengucapkan kalimat tersebut, namun ia menegaskan bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar kenyataannya. Ia beralasan ucapannya keluar di saat kondisi pikirannya sedang kacau, lelah, dan tidak sadar sepenuhnya.
“Saya akui mengucapkannya, tapi itu tidak sesuai fakta. Waktu itu pikiran saya sedang kacau, jadi ucapannya melenceng dari yang sebenarnya,” ujar WB dalam klarifikasinya, yang terpantau Terkini.id, Rabu, 13 Mei 2026. yang menurut publik seolah terstruktur dan tergesa-gesa.
Keputusan menarik kembali pernyataan yang bahkan sudah terekam dalam rekaman suara dan video itu pun memicu kecurigaan baru. Banyak pihak mempertanyakan: mungkinkah seseorang berubah pikiran secepat itu tanpa adanya tekanan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan jika kebenaran terungkap?
Jeneponto Disebut “Surga Mafia Migas”, Dalih Barcode Jadi Celah Bermain
Penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di Jeneponto sejatinya bukanlah kabar baru. Selama bertahun-tahun, keluhan masyarakat bahwa BBM yang diperuntukkan bagi kendaraan umum, alat pertanian, dan nelayan ini justru mengalir deras ke tangan pengepul gelap untuk dijual kembali dengan harga selisih yang menguntungkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
