Terkini.id, Jakarta – Pemecatan dr. Terawan dari Menteri Kesehatan dalam Muktamar IDI ke-31 menuai kontraversi. Hal ini diduga ada keterlibatan oknum IDI dalam Muktamar yang berlangsung di Aceh.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara dengan meminta polisi turun tangan untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum yang membuat kegaduhan saat Muktamar.
“Polisi diminta turun tangan karena pada saat Muktamar itu ada oknum IDI yang membuat kegaduhan dengan membacakan surat dari majelis etik, karena itu forum yang tidak sah,” kata Sufmi dilansir dari detik.com pada Senin, 28 Maret 2022.
Politisi Partai Gerindra ini menilai kegaduhan yang dilakukan saat muktamar menyebabkan forum yang digelar IDI tidak sah.
Menurutnya, tidak sahnya forum Muktamar karena mereka yang membacakan keputusan majelis sudah demisioner. Sedangkan kepengurusan PB IDI yang baru belum juga dikukuhkan.
- Terawan Sebut Pengguna Vaksin Nusantara Tidak Perlu Booster, Netizen: Lawannya Politik Susah Pak
- Kronologis Penyuntikan Vaksin Nusantara Terhadap Pasien RSPAD Sehingga Bisa Berjalan Kembali
- Efek Palsu! Mantan Ketua IDI Memberikan Tanggapannya Tentang Kasus Viral Vaksin Nusantara
- Dugaan Karena Mendapatkan Suntikan Vaksin Nusantara, Seorang Pasien RSPAD Bisa Berjalan Kembali
- Ketua PB IDI Singgung Deklarasi PDSI: Organisasi Kedokteran Harus Tunggal, 'Satu Wadah Organisasi untuk Satu Jenis Tenaga Kesehatan'
“Kan dari majelis itu kan dieksekusi PB IDI, sementara PB IDI-nya kan sudah demisioner yang lama, PB IDI yang baru belum diangkat,” pintanya.
“Lalu kemudian oleh oknum ini dicolong di forum itu untuk memecat, gitu lho, sehingga membuat gaduh, padahal di situ bukan hak oknum itu untuk mengumumkan soal rekomendasi majelis etik kedokteran ini,” ujar Sufmi.
Sufmi secara tegas mendorong pihak kepolisian untuk menyelidiki oknum yang diduga memicu kegaduhan yang terjadi di Muktamar dengan salah satu pasal yang dikenakan yakni keonaran.
“Saya akan minta pihak kepolisian untuk menyelidiki oknum yang membuat kegaduhan ini dan proses secara hukum karena kejadian-kejadian seperti ini tidak boleh terulang di mana hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh sebuah organisasi dilakukan oleh per orang-orang,” tegas Sufmi.
Cuma tahu, dr Terawan Agus Putranto sebelumnya resmi dipecat sebagai anggota IDI berdasarkan keputusan MKEK.
Terawan dan IDI selama ini memiliki hubungan panas-dingin sejak munculnya terapi ‘cuci otak’.
Puncaknya, Terawan dipecat dalam Muktamar Ke-31 IDI yang digelar di Aceh. Terawan pun tidak diizinkan melakukan praktik kedokteran lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
