Diduga Ikan Busuk, Puluhan Siswa SDN 7 Rumbia Keracunan, Kepala SPPG Bungkam

Diduga Ikan Busuk, Puluhan Siswa SDN 7 Rumbia Keracunan, Kepala SPPG Bungkam

S
Syarief

Penulis

Terkinu, Jeneponto – Kejadian mengejutkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Kamis, 23 April 2026. Sekitar 20 siswa dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Pratama setelah mengalami gejala gatal-gatal dan bengkak-bengkak di bagian tubuh usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai informasi yang didapatkan Terkini.id, SDN 7 Rumbia dilayani oleh SPPG yang terletak di Desa Bonto Manai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas melayani penyediaan makanan di sekolah tersebut memilih untuk diam dan tidak memberikan keterangan apapun.

Nuramalia Putri hanya menjawab salam, namun saat dimintai tanggapannya terkait dengan hal tersebut hingga pukul 16.10 Wita, ia bungkam. Sikap “bungkam” ini semakin menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait standar kualitas dan keamanan makanan yang disajikan dalam program MBG.

Dimana sebelumnya diberitakan, Siswa SDN 7 Rumbia Dilarikan ke Puskesmas Usai Makan Menu MBG, Diduga Ikan Busuk

Baca Juga

Sebuah video yang beredar di media sosial mengejutkan publik, memperlihatkan sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Kecamatan Rumbia yang terletak di Kambutta, Desa Ujung Bulu, dilarikan ke Puskesmas setempat usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini terjadi, Kamis, 23 April 2026.

Dalam video yang direkam secara langsung, terlihat anak-anak mengalami keluhan gatal-gatal dibagian tubuh dan sebagian bagian tubuhnya tampak bengkak. Narator dalam video tersebut menyebutkan bahwa gejala yang dialami siswa diduga disebabkan oleh lauk ikan yang disajikan dalam menu MBG.

“Biar ikan, asalkan ikan sehat, tapi ini ikan bo’no (busuk),” ujar perempuan yang merekam kejadian tersebut saat anak-anak sedang diangkut menuju Puskesmas menggunakan mobil.

Menurut keterangan yang beredar, setelah menyantap makanan yang disediakan, siswa mulai merasakan rasa gatal yang hebat dan muncul bengka pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini membuat panik guru dan orang tua yang ada di lokasi, sehingga segera memutuskan untuk membawa anak-anak mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Gejala yang dialami siswa, seperti gatal-gatal dan bengkak-bengkak, sesuai dengan tanda-tanda keracunan makanan atau reaksi alergi akibat mengonsumsi bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.