Terkini.id, Toraja – Sejumlah kelompok kesenian tradisional akan tampil pada Toraja Internasional Festival 2021, yang akan digelar pada hari ini 4 September di Rante Buntu Pempon, Kabupaten Toraja Utara.
Pertunjukan yang kesembilan kalinya ini mempersembahkan pertunjukan tari dan musik tradisional yang digelar secara off air mengingat masih masa Pandemi Covid-19. Sehingga untuk penanyangan secara online akan dilakukan pada tanggal 12 September 2021 mendatang melalui YouTube: Lokaswara Project pada pukul 19:00 WITA.
Berdasarkan pantauan terkini.id, baik penyelenggara maupun peserta kegiatan ini tampak tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes 5M) yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilitas/Interaksi. Bahkan penyelenggara maupun pengisi acara terlebih dahulu dilakukan tes Swab PCR.

Franki Raden selaku Direktur Toraja Internasional Festival (TIF) mengatakan Toraja Internasional Festival tahun 2021 akan fokus kepada penampilan kesenian tradisional Toraja dan Sulawesi Selatan.
“Jadi yang istimewa dari penampilan tahun ini adalah grup-grup kesenian yang kami pilih untuk tampil adalah grup-grup kesenian yang secara turun-temurun masih menjaga kelestarian dan keaslian mereka dalam menampilkan musik dan tarian khas Toraja dan Sulawesi Selatan,”ujar Franki.
Ia mengatakan kesenian dan tarian asli dari Toraja yang akan tampil antara lain
Ma’nimbong dan Ma’dandan. Menurutnya, kedua jenis kesenian tradisional itu berasal dari Desa Lokolemo yang lokasinya jauh di atas wilayah pegunungan Pangala, daerah dimana pahlawan Toraja yakni Pongtiku berasal.
“Jadi, grup musik paduan suara ini dimainkan oleh laki-laki dan wanita tradisional Toraja. Keduanya merupakan musik tutur vokal yang mungkin sudah berusia ribuan tahun dan merupakan prototip musik vokal di dunia jika ditinjau dari konsep estetika dan struktur komposisi musik,”urainya.
Selain dari Toraja,. Franki mengatakan pihaknya juga menampilkan musik vokal yang pada prinsipnya menggunakan melodi satu nada berbentuk drone yang usianya dapat dibandingkan dengan lukisan purba yang ada di goa Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan.
“Demikian pula hal dengan bentuk kesenian bernama Pepe Pepe Baine dari wilayah Gowa,”tandasnya.
Bahkan Franki menjelaskan bahwa khusus Pepe Pepe Baine ri Makka yang dimainkan oleh Sanggar Sirajuddin bentuknya kesenian teatrikal yang bernuansa magis.

“Ini juga menunjukkan betapa purba dan uniknya Pepe Pepe Baine. Pada akhirnya semua bentuk kesenian yang akan ditampilkan secara khusus di atas panggung TIF ke-9 ini menunjukkan tuanya peradaban masyarakat di bumi Nusantara,”bebernya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
