Dilapor ke KPK Dugaan Gratifikasi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Ancam Lapor Balik

Terkini.id, Jakarta – Fenomena saling lapor balik tengah menjadi hal lumrah di kalangan masyarakat dalam menyikapi persoalan hukum.

Kini Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengancam akan melapor balik pihak yang melaporkan dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan gratifikasi.

Laporan itu datang dari Ismail Marzuki yang mewakili Gerakan Semesta Rakyat Indonesia pada Kamis 13 Januari 2022.

Baca Juga: Sering OTT! Anggota DPR RI Fraksi PPP Puji Peningkatan Kinerja...

“Kok senang sekali orang-orang ini mau memenjarakan saya. Nanti saya laporkan balik,” ucap Edy merespon perihal pelaporan dirinya, Jumat 14 Januari 2022.

Menurut Edy semua hartanya sudah dilaporkan melalui Laporan Harta Kekakayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Baca Juga: Terkait Suntik Vaksin Kosong di Medan, Ini Kata Edy Rahmayadi

“Itu sudah ada yang mengatur, LHKPN itu adalah pertanggungjawaban harta saya. Saya laporkan kepada yang berwajib. Enggak usah dilapor, orang laporannya dihimpun KPK, KPK sudah turun. Tak mungkin KPK enggak turun untuk melakukan survei kebenaran apa yang kita laporkan,” tegas Edy dilansir dari CNN Indonesia.

Sebelum ini Ismail Marzuki melaporkan Edy ke KPK. Laporan tersebut telah diterima KPK dengan tanda terima tangga 13 Januari 2022. Selain dugaan penerimaan gratifikasi, Ismail juga meminta KPK mengecek harta kekayaan Edy.

“Itu ada pembangunan bronjong tanpa ada izin dari kementerian, karena dia bronjong di pinggir sungai, harus semua ada izin dari pihak kementerian, sedangkan dia membangun tanpa ada izin, berarti kan ada dugaan indikasi di situ,” kata Ismail.

Bagikan