Makassar Terkini
Masuk

Din Syamsuddin: Berani Bubarkan MUI, Siap-Siap Berhadapan dengan Umat Islam

Terkini.id. Jakarta – Din Syamsuddin  Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI menegaskan siap turun ke jalan jika ada yang berani membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Ketahuilah, kalau ada pihak, siapa pun mereka, yang berani membubarkan MUI maka mereka akan berhadapan dengan umat Islam di seluruh tanah air,” tegas Din Syamsuddin, Senin 22 November 2021.

“Sebagai yang pernah memegang amanah Ketua Umum MUI dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI saya siap turun lapangan,” tambahnya.

Din Syamsuddin berpendapat bahwa munculnya tagar bubarkan MUI di media sosial seiring dengan ditangkapnya Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain tidak perlu ditanggapi serius. Namun, jika keinginan bubarkan MUI menguat karena alasan tersebut, berarti dapat diduga kuat ada orang di balik layar.

“Desakan itu boleh jadi asli, maka itu menunjukkan bahwa kelompok anti Islam/Islamofobia yang merasa mendapat dukungan,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa  Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang anggota MUI terkait aksi jaringan teroris Jamaah Islamiyah.

Dikabarkan Ahmad Zain An Najah yang disebut polisi berinisial A-Z-A ditangkap bersama Farid Okbah dan satu orang lainnya berinisial A-A.

Diketahui bahwa Ahmad Zain An Najah merupakan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAM BM ABA), sedangkan Fadir Ahmad Okbah merupakan Anggota Dewan Syariah LAM BM ABA. Sedangkan Anung Al Hamat sebagai pendiri Perisai Nusantara Esa.

Seperti yang dilansir dari Antara, LAM BM ABA merupakan lembaga pendanaan yang dikelola oleh kelompok Jamaah Islamiyah. Sedangkan Perisai Nusantara Esa merupakan organisasi sayap kelompok Jamaah Islamiyah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Ketiga tersangka ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Selasa dini hari dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menyebut, ketiganya diduga terlibat dalam jaringan Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah yang menggalang dana untuk mendukung aksi terorisme.

MUI telah menonaktifkan Ahmad Zain An-Najah sebagai anggota Komisi Fatwa, terhitung sejak hari ditangkapnya.