Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut Cak Imin aneh dan mulai kehabisan akal.
Hal tersebut lantaran Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin beralasan hendak membantu Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan menyuarakan penundaan pemilu.
“Muhaimin mulai kehilangan akal membangun argumen terus mendukung penundaan pemilu. Jadi alasannya makin aneh dan terkesan asal,” ujar Adi.
“Kemarin karena alasan stabilitas ekonomi, hari ini demi selamatkan Kiai Ma’ruf di akhirat. Entah besok alasan apalagi. Yang jelas mulai kelihatan (kehabisan) stok argumen dukung penundaan pemilu setelah tegas ditolak presiden,” sambungnya.
Lebih lanjut Adi menilai guyonan Cak Imin soal selamatkan Ma’ruf Amin cenderung tidak lucu.
Bahkan, menurutnya, hal itu menjadi dosa besar dengan menjadikan seorang Kiai lelucon.
“Jikapun Muhaimin ingin bercanda ingin selamatkan Kiai Ma’ruf tapi itu guyonan tak lucu, cenderung dipaksakan,” ujarnya, dilansir dari Detikcom pada Kamis 21 April 2022.
“Menjadikan seorang Kiai bahan lelucon dosa besar. Dosa akhirat tak bisa diselamatkan siapapun, kecuali yang bersangkutan,” tegasnya lagi.
Tak hanya itu, Adi juga menyebut argumentasi tersebut juga menggambarkan Cak Imin mulai kehilangan muka setelah gagasannya ditolak presiden dan mayoritas rakyat.
Bahkan, menurutnya Golkar dan PAN juga sudah mulai menolak wacana tersebut.
“Muhaimin sepertinya mulai kehilangan muka setelah gagasan penundaan Pemilu 2024 ditolak presiden dan ditolak mayoritas rakyat,” kata Adi.
“Golkar dan PAN mulai ‘kembali ke jalan yang benar’ tak lagi aktif dukung penundaan. Sementara Muhaimin terus mencari alasan pembenaran penundaan pemilu. Makanya alasannya terkesan dibuat-buat dan tak lucu,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
