Direktur Polbangtan Gowa: Sekarang Jarak Sudah Tidak Menjadi Alasan, Manfaatkan Teknologi

Dr. Syaifuddin mengawali vicon dengan memberikan informasi terkait program terbaru kementan, dihadapan staf, Direktur meminta untuk selalu ikut membantu mensukseskan program utama kementan.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Syaifuddin menegaskan bahwa diera saat ini, jarak tidak lagi menjadi alasan. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk memperpendek jarak tersebut. Contoh dengan memanfaatkan teknologi video conference untuk memberikan arahan atau meeting bersama ASN dan Staf yang berbeda tempat. 

Kami kan punya kampus II di Kabupaten Bone, tidak bisa sewaktu-waktu bisa berkunjung kesana. Untung ada peralatan video conference (vicon) yang kita siapkan dan manfaatkan. Ini juga telah sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan keinginan dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi yang intinya adalah memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan Pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Dikesempatan tersebut, didampingi Kasubag Kepegawaian Sufriadi, SE, M.Si dan HUMAS Muzakkir, S.ST, Dr. Syaifuddin mengawali vicon dengan memberikan informasi terkait program terbaru kementan, dihadapan staf, Direktur meminta untuk selalu ikut membantu mensukseskan program utama kementan, di Badan SDM kita punya KOSTRATANI, tidak ada kata tidak mendukung sebab ini merupakan terobosan terbaik dari Menteri Pertanian untuk mewujudkan Pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Teknologi video conference ini juga kerap digunakan Oleh Menter Pertanian untuk menyapa para penyuluh Melalui Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian. Bahkan mentan sudah menjadwalkan setiap minggu akan menyapa para penyuluh diseluruh Indonesia.

“Kalian (penyuluh) bisa langsung bertemu dengan saya di menit yang sama (melalui teleconference). Era (Teknologi) sekarang merubah cara hidup orang yang selama ini sudah menjadi budaya. Berubah dengan tantangan-tantangan baru kehidupan. Salah satunya yang kita lakukan sekarang ini (teleconference),” tutur Mentan Syahrul seperti dalam keterangan resmi, Jumat (3/1/2020).

Syahrul mengatakan, tak hanya teknologi teleconference, Internet of Things, Artificial Intellegence (AI), hingga Robot Construction di masa sekarang hingga masa depan akan mampu mengubah kehidupan manusia bahkan menimbulkan tantangan-tantangan baru yang harus bisa dihadapi dan diadaptasi oleh masyarakat, tak terkecuali penyuluh pertanian. Sebab, ungkap Syahrul, penyuluh pertanian adalah inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, jadilah penyuluh pertanian yang hebat. enyuluh harus mampu mengelola pertanian yang ada di masyarakat.  “Kalau begitu, pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita,” tegas Syahrul.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEM FSD UNM Salurkan Bantuan Sembako dan APD Untuk Mahasiswa dari Luar Makassar

1.569 Peserta SNMPTN 2020 Lulus di Unhas, Nama yang Lulus Diumumkan Hari Ini

Direktur Polbangtan Gowa Beri Bantuan Untuk THL dan Cleaning Service: Ini Amanah Mentan SYL

Pandemi COVID-19, Seluruh Aktifitas Akademik Dialihkan Ke Smartphone dan Notebook

Bahas Covid-19, Alumni LK2 HMI Korkom UMI Gelar Diskusi Online

Lewat Aplikasi Zoom, Mahasiswa UNM Ini Ujian Seminar Hasil Secara Online

Pantau WFH, Direktur Polbangtan Gowa Sampaikan Pesan Mentan SYL

Pertanian Tidak Berhenti, Petani Tana Toraja Tetap “Mangngarak Ta’nak Na Mantanan”

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar