Terkini.id, Makassar – Plt Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba menyebut banyak sekolah SD dan SMP yang kumuh selama pandemi Covid-19.
Selama proses pembelajaran berlangsung secara luring, kondisi sekolah menjadi terabaikan. Bunga-bunga yang dulu mekar dan terawat kini berubah layu dan akhirnya berguguran.
Beberapa sekolah yang telah dikunjungi, kata Nielma, berada pada kondisi yang terabaikan. Hal itu pun sontak membuat dirinya geram.
“Ada beberapa sekolah yang saya datangi, memang kondisinya parah, tidak memperhatikan hijaunya lagi itu sekolah, bunga sudah banyak yang mati,” kata Nielma, Kamis, 20 Mei 2021.
Ia menduga tak ada petugas yang melakukan penyiraman. Nielma mengatakan sudah menegur guru yang bersangkutan.
- Disdik Makassar Umumkan Hasil SPMB Jalur Non-Domisili, Jalur Domisili Dibuka 22 Juni
- Pendaftaran SPMB Makassar 2026 Dimulai 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun
- Disdik Makassar Ingatkan Sekolah Segera Update Data Dapodik untuk SPMB 2026
- Disdik Makassar Siapkan TK Negeri di Seluruh Kecamatan
- SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Berikut Jadwal Lengkapnya
“Selama pandemi Covid-19 kalian masuk sekolah atau tidak? Kalau murid tidak masuk ya iya, wajar,” kata Nielma.
“Mana bunga-bunga sudah pada kering, potnya sudah robek-robek,” sambungnya kemudian.
Di sisi lain, ia mengatakan juga ada beberapa sekolah yang tanamannya terawat dengan baik. Kendati, selama pandemi Covid-19, sekolah tak pernah digunakan sebagai ruang belajar.
Nielma pun meminta para guru untuk berinovasi ihwal pengadaan sarana dan prasarana di sekolah.
“Bisa dari bahan plastik, bahan bekas, jangan berorientasi saja membeli dan membeli,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
