Terkini.id, Makassar – Nasib tenaga honorer di Kota Makassar berada di ujung ketidakpastian. Sebab itu, ratusan guru honorer menggeruduk di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Aksi itu merupakan buntut kekecewaan mereka yang belum menerima gaji selama dua bulan terakhir.
Guru honorer tersebut seharusnya menerima gaji sebesar Rp2,7 juta dalam kurun waktu bulan Maret dan April 2021.
“Dua bulan itu tidak sedikit, dua juta tujuh ratus. Itu dua juta tujuh ratus belanja lebaran untuk mereka, tapi bagi kami, itu bayar utang,” ucap seorang honorer saat berunjuk rasa, Rabu, 5 Mei 2021.
Honorer lainnya, Ardi, menyatakan bahwa aksi unjuk rasa itu mendapat respons dari Plt Kepala Dinas Pendidikan, Nielma Palamba.
- Bertemu Komisi II DPR, Menteri PANRB Urai Penyelesaian Tenaga Non-ASN
- Komisi II DPR RI: Sanksi Tegas bagi PPK yang Masih Angkat Tenaga Honorer
- PP Pengangkatan Honorer Jadi ASN Ditargetkan Selesai Maksimal April 2024
- Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Dahulukan Pengangkatan PPPK dari Tenaga Honorer
- Revisi UU ASN Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna DPR
Informasi yang ia terima, gaji mereka paling lambat akan dicairkan pekan ini.
“Sudah ketemu Ibu Kadis. Sementara diusahakan, solusinya sudah ada, tinggal menunggu pencairan minggu ini,” katanya.
“Yang Mei belum. Cuma yang dua bulan ini. Sementara diusahakan karena prosesnya kan memang panjang. Memang ada sedikit kendala tapi diusahakan,” jelas Ardi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Nielma Palamba menyatakan bahwa pembayaran gaji guru honorer untuk bulan Januari dan Februari telah tuntas. Sementara untuk Maret sementara diproses.
“Sudah 100 persen yang terima dua bulan (Januari -Februari). Sekarang diproses lagi Maret,” ucap Nielma.
Nielma berharap proses pencairan gaji guru honorer dapat tuntas sebelum lebaran.
“Insya Allah karena itu juga diharapkan,” tutup Nielma.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
