Terkini.id, Jeneponto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto menguji coba belajar lewat tatap muka di 31 sekolah mulai Senin, 10 Agustus 2020, hari ini.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir, kepadaterkini.id saat ditemui di ruang Pola Panrannuangta Kantor Bupati Jeneponto.
“Hari ini eebanyak 31sekolahmulai menerapkan kegiatanproses pembelajaran tatap muka di kelas, tapi siswa dibatasi, serta guru wajib dan siswa wajib menerapkan protokol kesehatan,” kata Nur Alam Basir
Menurutnya, 31 sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka di kelas tersebar di Kecamatan Tarowang dan Rumbia.
“31 sekolah itu terdiri dari 29 sekolah dasar (SD) yang berada di Kecamatan Rumbia dan tiga SMP di Kecamatan Tarowang,” jelasnya.
- Langgar Kesepakatan Damai, Massa Diduga dari PT TRK Kembali Tutup Jalur Hauling di Kawasan PSN PT IPIP
- KKS x DIGIFEST 2026 Ditutup, Catat Komitmen Pembiayaan UMKM Rp18,27 Miliar dan Transaksi Tembus Rp1,35 Miliar
- Wali Kota Makassar Lepas Peserta dan Ramaikan Kategori 10K Makassar SMAnSA Run 2026
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Hiswana Migas Tinjau SPBU di Makassar, Pastikan Distribusi Biosolar Berjalan Optimal
- Leadership 198 Gelar WOW Day di Makassar, 58 Anak Kampung Savana Diajak Berani Bermimpi
Lebih lanjut, Nur Alam Basir mengatakan, proses pembelajaran tatap muka itu dilaksanakan di dua Kecamatan karena dua wilayah Kecamatan tersebut berstatus zona hijau dalam penanganan Covid-19.
“Hal itu dilaksanakan di Kecamatan Rumbia dan Tarowang karena sesuai hasil Koordinasi dengan pihak terkait dua Kecamatan tersebut masih relatif zona hijau, dan kalau di Kecamatan Rumbia tidak ada kasus terkomfirmasi Positif Covid-19 dan Tarowang ada tapi sudah sembuh semua,” ungkap Nur Alam Basir.
Nur Alam Basir menambahkan, proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan sebagai ujicoba sesuai instruksi Bupati Jeneponto.
“Ini uji coba pembelajaran tatap muka di kelas, karena sebelumnya Bupati Jeneponto menginstruksikan untuk melakukan ujicoba membuka sekolah dengan melakukan proses pembelajaran,” ujarnya.
Terkait dengan permintaan Gubernur SulselNurdin Abdullah, untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, Nur Alam Basir mengatakan, tetap mengikuti permintaan dari Gubernur Sulsel.
“Proses pembelajaran tatap muka di kelas dilaksanakan dengan hasil kajian dariepidemiologi kita, dan siswanya dibatasi, begitu pun waktunya, jadi semua sesuai dengan permintaan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, siswanya maksimal 15 orang,” tutup Nur Alam Basir.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
