Disdikbud Jeneponto Uji Coba Proses Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Disdikbud Jeneponto Uji Coba Proses Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

FD
Syarief
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Jeneponto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto menguji coba belajar lewat tatap muka di 31 sekolah mulai Senin, 10 Agustus 2020, hari ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir, kepadaterkini.id saat ditemui di ruang Pola Panrannuangta Kantor Bupati Jeneponto.

“Hari ini eebanyak 31sekolahmulai menerapkan kegiatanproses pembelajaran tatap muka di kelas, tapi siswa dibatasi, serta guru wajib dan siswa wajib menerapkan protokol kesehatan,” kata Nur Alam Basir

Menurutnya, 31 sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka di kelas tersebar di Kecamatan Tarowang dan Rumbia.

“31 sekolah itu terdiri dari 29 sekolah dasar (SD) yang berada di Kecamatan Rumbia dan tiga SMP di Kecamatan Tarowang,” jelasnya.

Baca Juga

Lebih lanjut, Nur Alam Basir mengatakan, proses pembelajaran tatap muka itu dilaksanakan di dua Kecamatan karena dua wilayah Kecamatan tersebut berstatus zona hijau dalam penanganan Covid-19.

“Hal itu dilaksanakan di Kecamatan Rumbia dan Tarowang karena sesuai hasil Koordinasi dengan pihak terkait dua Kecamatan tersebut masih relatif zona hijau, dan kalau di Kecamatan Rumbia tidak ada kasus terkomfirmasi Positif Covid-19 dan Tarowang ada tapi sudah sembuh semua,” ungkap Nur Alam Basir.

Nur Alam Basir menambahkan, proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan sebagai ujicoba sesuai instruksi Bupati Jeneponto.

“Ini uji coba pembelajaran tatap muka di kelas, karena sebelumnya Bupati Jeneponto menginstruksikan untuk melakukan ujicoba membuka sekolah dengan melakukan proses pembelajaran,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan Gubernur SulselNurdin Abdullah, untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, Nur Alam Basir mengatakan, tetap mengikuti permintaan dari Gubernur Sulsel.

“Proses pembelajaran tatap muka di kelas dilaksanakan dengan hasil kajian dariepidemiologi kita, dan siswanya dibatasi, begitu pun waktunya, jadi semua sesuai dengan permintaan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, siswanya maksimal 15 orang,” tutup Nur Alam Basir.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.