Terkini.id, Jakarta – Seorang mahasiswa di Appalachian State University di Boone, Carolina Utara, Chad Dorril meninggal akibat terpapar Covid-19 dan menderita komplikasi neurologis yang serius setelah ia kembali ke kampus.
Mahasiswa berusia 19 tahun ini diketahui pelari jarak jauh dan pemain bola basket.
Paman dari Chad, David, mengatakan bahwa keponakannya itu selalu dalam kondisi bugar dan super sehat.
“Dia sehat kurus. Bisa berlari sejauh 9 km tanpa masalah apapun. Dia berlari bersama kami kurang dari tiga minggu yang lalu, sebenarnya. Dia sehat – sampai pukulan ini,” kata David seperti dilansir dari The New York Times, Minggu, 4 Oktober 2020.
David mengatakan, Chad sebelumnya mengikuti kelas online lalu kemudian kembali ke universitas dan tinggal di luar kampus. Namun, saat itu ia mulai mengalami gejala mirip flu.
- Wali Kota Makassar Sambut Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Tawarkan Penanaman Pohon Bersama BPS
- Wali Kota Makassar Lepas 2.000 Peserta Kirab Muharram 1448 H, Serukan Persatuan Umat
- Trafik Penumpang Melesat 10,2 Persen, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Operasional Positif hingga Mei 2026
- Wali Kota Makassar Buka Bedah Buku Biografi Ajoeba Wartabone di Raker LAMAHU se-Indonesia Timur
- Wabup Gowa dan Suami HT Bersama Melayat ke Rumah Duka Eks Sopir Bupati, Sampaikan Duka Mendalam
“Ibunya membujuknya untuk pulang, mengarantina, dan menjalani tes Covid-19,” ujar Rektor Universitas, Sheri Everts.
Akhirnya, pada 7 September 2020 Chad dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes kesehatan.
Ia pun melakukan karantina mandiri di rumahnya di Wallburg, Carolina Utara selama 10 hari.
Namun, dia malah mengalami komplikasi neurologis yang parah akibat terinfeksi virus tersebut.
“Ketika dia mencoba untuk bangun dari tempat tidur, kakinya tidak berfungsi, dan saudara laki-laki saya harus membawanya ke mobil dan membawanya ke ruang gawat darurat,” kata David.
Dokter, kata David, mengatakan bahwa hal itu adalah satu dari sejuta kasus. Mereka tidak pernah melihat sesuatu yang berkembang seperti itu.
“Itu adalah komplikasi Covid-19 yang menyerang otaknya daripada menyerang sistem pernapasannya,” ujarnya.
Setelah mengalami penyakit tersebut, keluarganya pun membawa Chas ke Forsyth Medical Center di Winston-Salem.
Hingga pada 28 September 2020, Chad menghembuskan nafas terakhirnya akibat Covid-19.
Ketua Neurologi Forsyth Medical Center mengatakan bahwa stafnya sangat sedih ketika Chad meninggal.
“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mencari tahu mengapa ini terjadi,” kata McDonald kepada Times.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
