Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi sentilan dari seorang netizen pengguna media sosial terkait rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI membentuk pasukan buzzer untuk membela Anies Baswedan.
Awalnya, Chusnul Chotimah mengunggah sebuah kicauan soal anggapan para kadrun terkait rencana Majelis Ulama Indonesia wilayah DKI menyiapkan pasukan buzzer untuk membela Anies.
Kepada kadrun, Chusnul pun lantas menyinggung soal pasukan media sosial yang membela Habib Rizieq Shihab.
Menurutnya, kala pasukan buzzer Rizieq itu menguasai media sosial para buzzer pro NKRI selangkah pun tak pernah mundur.
“MUI DKI akan bikin pasukan untuk bela Anies, kata Kadrun kami takut. Drun saya kasih tau, dulu Rizieq kerahkan pasukan untuk kuasai medsos, selangkahpun buzzer NKRI tidak mundur dan lihat siapa yg menang,” kata Chusnul Chotimah.
- Bikin Geger! Akun Chusnul Sebut Aparat Indonesia Bungul Usai Lihat Roy Suryo Tertawa dengan Penyangga Leher
- Pembatas Tribun Penonton Jakarta International Stadium Jebol, Chusnul: Masa Kualitas 4,5 T Cuma Segini?
- Geger! Chusnul Sebut Islamophobia Tidak Ada: yang Ada Kadrun Takut Kafir Bangun Tempat Ibadah
- Viral Isu Islamophobia! Chusnul Singgung Kadrun: yang Ada Kafirphobia
- Chusnul Samakan Isu Islamophobia dengan Isu PKI: Politik Identitas Terbarunya Kadrun
Ia pun menjelaskan, saat ini para buzzer NKRI mengkritik rencana MUI DKI tersebut lantaran tidak rela ulama turun kelas menjadi buzzer.
“Sekarang kami kritik rencana MUI itu Karena ga rela aja masa ulama turun kelas jadi buzzer,” tegasnya.
Kicauan Chusnul Chotimah itu pun menuai tanggapan dari netizen dengan nama akun Adamalib801.
Menurut pengguna Twitter bernama Adam Ali itu, logika Chusnul tersebut terbalik. Pasalnya, menurut si netizen, ulama justru naik kelas karena ikut berjuang melawan kezaliman yang terus menerus dilakukan sejumlah pihak terhadap Anies Baswedan.
Hal itu, kata Adam, lantaran sosok Anies Baswedan adalah salah satu cendekiawan muslim terbaik dan tokoh bangsa.
Maka dari itu, menurutnya ulama harus turun sebagai buzzer pembela Anies lantaran mereka memiliki kewajiban menjaga dan melindungi mantan Mendikbud RI tersebut.
“Terbalik logikamu, justru ulama naik kelas kalo ikut berjuang melawan kezaliman…yang terus menerus dilakukan kepada Anies, salah satu cendekiawan muslim terbaik…dan tokoh bangsa. Ulama berkewajiban menjaga dan melindunginya…!,” ujar netizen Adam Ali.
Menanggapi sentilan netizen tersebut, Chusnul Chotimah pun menyebut bahwa ulama melawan kezaliman sudah lama dilakukan namun tak perlu juga dengan menjadi buzzer.
“Ulama lawan kedzaliman itu sudah lama dilakukan drun tapi tidak perlu juga dengan menjadi buzzer10M. Ot4kmu ADAMALIB081 dipasang dulu sebelum bicara soal logika,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
