Terkini.id, Makassar – Jelang pencoblosan, Pilkada Makassar 2020 dinilai kian tak sehat. Pasalnya, serang menyerang antar paslon dinilai semakin tak terukur dan mengarah pada fitnah.
Kompetisi politik di Makassar sudah sepantasnya mempertimbangkan etika politik.
Teranyar, selebaran yang berbau rasis begitu masif tersebar di pelbagai tempat umum di Makassar. Pesan selebaran tersebut semata-mata untuk menjatuhkan pasangan Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.
Isi selebaran tersebut dinilai mengusung politik identitas yang berkaitan dengan isu sentimen terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menanggapi hal itu, Danny mengatakan tidak pernah membuat hal seperti itu. Sebab itu bisa mencederai keharmonisan warga Makassar.
- Meski Kemarau Meluas, BMKG Prediksi Sulawesi Selatan Masih Diguyur Hujan
- Asmo Sulsel Siapkan Garda Terdepan Penjualan New Honda Vario Evo 160 Lewat Edukasi #Cari_Aman
- Ketua TP PKK Gowa Terima Penghargaan Zero Dose, Komitmen Perkuat Imunisasi Anak
- HUT Dekranas 2026 dan HKG PKK Dongkrak Okupansi Hotel di Makassar hingga 90 Persen
- Makassar Raup Manfaat Besar dari HUT Dekranas 2026, Transaksi Pameran Capai Rp5 Miliar
“Saya sampaikan bagi warga Makassar yang saya cintai, jangan pernah percaya cara-cara kotor seperti itu,” kata Danny, Kamis, 3 November 2020.
Pasangan Fatmawati Rusdi ini juga menyampaikan kepada warga Makassar agar tidak terprovokasi dengan selebaran yang mengatasnamakan dirinya.
Pasalnya, pesan selebaran tersebut dinilai untuk memecah persatuan antar warga Makassar.
“Jangan terpancing dengan fitnah. Pilih nomor 1, jangan pilih pemimpin tukang fitnah dan yang suka omong kosong,” ucap Danny.
Danny pun mengajak semua pihak berkompetisi secara terbuka, adil, dan kesatria.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
