Terkini.id, Makassar – Jelang pencoblosan, Pilkada Makassar 2020 dinilai kian tak sehat. Pasalnya, serang menyerang antar paslon dinilai semakin tak terukur dan mengarah pada fitnah.
Kompetisi politik di Makassar sudah sepantasnya mempertimbangkan etika politik.
Teranyar, selebaran yang berbau rasis begitu masif tersebar di pelbagai tempat umum di Makassar. Pesan selebaran tersebut semata-mata untuk menjatuhkan pasangan Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.
Isi selebaran tersebut dinilai mengusung politik identitas yang berkaitan dengan isu sentimen terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menanggapi hal itu, Danny mengatakan tidak pernah membuat hal seperti itu. Sebab itu bisa mencederai keharmonisan warga Makassar.
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
- HIGAR CPI Resmi Dibuka, Bidik Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat Terintegrasi di Makassar
- Pegadaian Peduli Pendidikan, Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SD Inpres Kajenjeng Makassar
- Makassar Terbaik I Creative Financing Regional Sulawesi, Raih Insentif Rp3 Miliar dari Kemendagri
“Saya sampaikan bagi warga Makassar yang saya cintai, jangan pernah percaya cara-cara kotor seperti itu,” kata Danny, Kamis, 3 November 2020.
Pasangan Fatmawati Rusdi ini juga menyampaikan kepada warga Makassar agar tidak terprovokasi dengan selebaran yang mengatasnamakan dirinya.
Pasalnya, pesan selebaran tersebut dinilai untuk memecah persatuan antar warga Makassar.
“Jangan terpancing dengan fitnah. Pilih nomor 1, jangan pilih pemimpin tukang fitnah dan yang suka omong kosong,” ucap Danny.
Danny pun mengajak semua pihak berkompetisi secara terbuka, adil, dan kesatria.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
