Terkini.id, Makassar – Jelang pencoblosan, Pilkada Makassar 2020 dinilai kian tak sehat. Pasalnya, serang menyerang antar paslon dinilai semakin tak terukur dan mengarah pada fitnah.
Kompetisi politik di Makassar sudah sepantasnya mempertimbangkan etika politik.
Teranyar, selebaran yang berbau rasis begitu masif tersebar di pelbagai tempat umum di Makassar. Pesan selebaran tersebut semata-mata untuk menjatuhkan pasangan Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.
Isi selebaran tersebut dinilai mengusung politik identitas yang berkaitan dengan isu sentimen terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menanggapi hal itu, Danny mengatakan tidak pernah membuat hal seperti itu. Sebab itu bisa mencederai keharmonisan warga Makassar.
- Leadership 198 Gelar WOW Day di Makassar, 58 Anak Kampung Savana Diajak Berani Bermimpi
- Klinik Biota Medical & Aesthetic Makassar Hadirkan Volnewmer dan Ultraformer MPT, Teknologi Perawatan Wajah Nomor 1 di Korea
- APINDO Bakal Gelar Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Membangun Entrepreneur Muda di Era Global
- Wakil Bupati Gowa Buka Gowata Road Race Championship, Hidupkan Kembali Semangat Otomotif Setelah 20 Tahun Vakum
- Doublehelix Indonesia Peringati Usia ke-17 dengan Evaluasi Kinerja dan Malam Apresiasi Karyawan
“Saya sampaikan bagi warga Makassar yang saya cintai, jangan pernah percaya cara-cara kotor seperti itu,” kata Danny, Kamis, 3 November 2020.
Pasangan Fatmawati Rusdi ini juga menyampaikan kepada warga Makassar agar tidak terprovokasi dengan selebaran yang mengatasnamakan dirinya.
Pasalnya, pesan selebaran tersebut dinilai untuk memecah persatuan antar warga Makassar.
“Jangan terpancing dengan fitnah. Pilih nomor 1, jangan pilih pemimpin tukang fitnah dan yang suka omong kosong,” ucap Danny.
Danny pun mengajak semua pihak berkompetisi secara terbuka, adil, dan kesatria.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
