Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar masih menunggu kelanjutan Teman Bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nilai proyek Teman Bus mencapai 1,3 triliun.
Sebelumnya, Kota Makassar telah ditunjuk untuk mendapatkan fasilitas program Buy The Service atau BTS, yakni Teman Bus dari Kemenhub.
Kepala Seksi Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Makassar, Irlan Ruslan mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai hal tersebut.
Ia mengatakan pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan.
Bahkan, informasi terkait jumlah unit, hingga penentuan halte pun belum diterima. Sehingga, pengkajian terkait penetapan rute juga belum dilakukan.
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Hadiri ASWAKADA 2026, Aliyah Mustika Ilham Dorong Kolaborasi Antar Daerah
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
- Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Wali Kota Munafri : Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan
“Kami belum bisa terlalu jauh bicara rute karena secara fisik keberadaan bus ini sendiri belum ada. Ini perlu kami pastikan dulu regulasi dan administrasinya,” kata Irlan, Kamis, 13 Januari 2022.
Jika kepastian unit hingga titik halte sudah diperoleh, lanjut Irlan, barulah pihaknya bisa melakukan pengkajian terkait rute.
“Kalau itu sudah jelas, baru kami bisa bicara soal rute dan jalur-jalurnya,” jelasnya.
Persoalan lain, kata dia, kehadiran Teman Bus ini perlu dikoordinasikan dengan berbagai pihak, khususnya kepada sopir angkutan dalam kota agar tidak menimbulkan polemik seperti yang terjadi pada Teman Bus Mamminasata.
“Perlu juga didudukkan bersama supaya tidak jadi polemik seperti kemarin-kemarin, beberapa kali teman-teman sopir pete-pete protes. Ini yang harus dipastikan,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan, nilai proyek Teman Bus ini mencapai Rp1,3 triliun. Anggaran sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat.
Guna melancarkan operasional Teman Bus nantinya, Danny bakal melakukan penataan ulang terhadap manajemen jalan dalam kota. Selain itu, juga untuk mengurai titik-titik kecamatan yang ada.
Danny membeberkan, ada 4 hal utama yang bakal segera dilakukan. Pertama, melaksanakan manajemen traffic, perubahan jalur satu arah.
“Kalau ingin menghadirkan bus, jalan harus memiliki 4 lane. Sedangkan di Makassar rata-rata ada 2 lane 2 arah. Maka kebijakan untuk membuat jalur satu arah harus diambil,” ungkap Danny.
Kedua, menambah fasilitas pedestrian. Selain itu, Danny juga bakal segera menghadirkan Co’mo (Commuter Metromoda), yang sudah diluncurkan pada 9 November lalu. Kendaraan umum berupa mobil listrik ini bakal melayani rute-rute antar lorong wisata.
Selanjutnya, sambung Danny, sistem transportasi intermoda juga perlu diatur secara khusus agar integrasi dari beberapa jaringan transportasi dapat berjalan baik dan beriringan.
“Mulai dari bus, Co’mo, pete-pete, sampai ke becak, itu harus dirancang. Di jalan mana saja masing-masing dari mereka boleh dan tidak boleh beroperasi,” pungkas Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
