Terkini, Makassar — Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar memanfaatkan momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk memperluas promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin lokal.
Melalui pameran dagang lokal yang digelar dalam rangkaian IGS pada 23–24 Juni 2026, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan berbagai produk kerajinan dan kuliner unggulan hasil binaan Dekranasda Kota Makassar dan Dinas Perindustrian.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Makassar, Evy Aprialti, mengatakan keterlibatan sektor industri dan UMKM dalam IGS merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kota Makassar kepada delegasi internasional yang hadir dalam forum diplomasi tersebut.
“Dalam kegiatan IGS ini, kami mendapat tugas untuk memastikan sektor industri dan UKM Kota Makassar juga terlibat. Karena itu kami menghadirkan pameran dagang lokal yang menampilkan berbagai produk kerajinan dan hasil karya pelaku usaha binaan,” ujar Evy.
Menurutnya, pameran tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara.
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
- Diplomasi Budaya dan Kuliner Warnai IGS 2026, Delegasi 28 Negara Nikmati Jamuan Khas Makassar
- IKATSI Unhas dan BKS PII Teken MoU Kerjasama, Perkuat Sinergi Alumni dan Organisasi Profesi
- Telkomsel dan Erajaya Luncurkan Program Super Brand Day di Makassar, Sediakan Paket Bundling
- Korban Kebakaran di Makassar Dapat Voucher Rp500 Ribu dari LAZ Hadji Kalla
Sejumlah pengrajin turut menampilkan demonstrasi proses produksi untuk memperlihatkan kualitas dan keunikan produk lokal Makassar.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah kunjungan para istri duta besar negara sahabat yang menjadi peserta IGS 2026. Mereka dijadwalkan melihat langsung hasil kerajinan dan produk unggulan yang dipamerkan para pelaku usaha lokal.
“Kami ingin mempertemukan para pengrajin dengan para istri duta besar yang hadir dalam kegiatan IGS. Mereka tidak hanya melihat hasil kerajinan, tetapi juga mengenal proses produksi dan potensi bisnis yang bisa dikembangkan ke depan,” katanya.
Evy menjelaskan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi jembatan kerja sama business-to-business (B2B) yang dapat membuka akses pasar baru bagi produk-produk lokal Makassar hingga ke mancanegara.
Menurutnya, kehadiran delegasi internasional dalam satu forum memberikan kesempatan yang jarang diperoleh pelaku usaha daerah karena dapat bertemu langsung dengan calon buyer tanpa harus mengikuti pameran di luar negeri yang membutuhkan biaya besar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
