Ditanya Apakah Aksi Terorisme Didalangi dari Balik Layar, Mantan Kepala BIN: Aku Percaya Karena Sudah Terbukti

Ditanya Apakah Aksi Terorisme Didalangi dari Balik Layar, Mantan Kepala BIN: Aku Percaya Karena Sudah Terbukti

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso mengakui bahwa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia merupakan aksi yang tidak tunggal melainkan didalangi oleh pihak tertentu.

Menurut pengalamannya, Sutiyoso menceritakan bahwa baik di Indonesia maupun di Afghanistan terdapat pihak yang menjadi dalang. Namun, Sutiyoso tidak mengetahui secara spesifik siapa pihak yang menunggangi aksi terorisme tersebut.

“Aku tidak pernah bisa membuktikan atau pernah denger yah, yang menunggangi itu, aku percaya itu karena sudah terbukti di Afghanistan, di Suriah, itu kan terbukti di negeri kita terbukti,” kata Sutiyoso dalam YouTube Refly Harun pada Senin 21 Februari 2021.

Hanya saja, salah satu alasan mengapa di Indonesia sangat sulit untuk mendeteksi secara dini pelaku terorisme adalah karena lemahnya regulasi tentang terorisme.

Ia mencontohkan, jika di negara luar seperti Malaysia, deteksi terorisme langsung mengacu pada setiap orang yang pernah terafiliasi meskipun aksi terorisme tersebut tidak dilakukan di Malaysia melainkan di luar negeri.

Baca Juga

Bila telah diketahui bahwa pelaku adalah pernah terafiliasi apalagi sebagai mantan kombatan, maka langsung ditangkap. Selain itu, mereka juga dikenakkan gelang di kaki agar bisa dideteksi keberadaannya.

“Sekarang di Malaysia sajalah, itu kan ada mantan kombatan yang dari Suriah, langsung dipanjara. Kita kan ngga bisa menjara karena dia melakukannya bukan di negara kita,” jelas Sutiyoso.

“Bahkan yah, harus setelah dipenjara di Malaysia itu yah, itu dikasih gelang kakinya, untuk dimonitor terus keberadaan dia di mana,” sambung Sityoso.

Kelemahan itu menurut Sityoso membuat negara sulit mendeteksi secara dini pelaku terorisme. Padahal, dengan cara mendeteksi secara dini bisa mencegah para pelaku sebelum berbaur dengan komunitas masyarakat yang bisa saja menyebar fahamnya.

“Nah kita sekarang ini dengan jumlah yang tidak sedikit, membaru. Tidak mustahil mereka link up lalu melakukan kolaborasi dan serangannya ya sudah di dalam negeri saja,” tutur Sutiyoso.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.