Masyarakat Mengira Aksi Teror Adalah Rekayasa, Polri: Ini Realitas yang Harus Dihadapi

Masyarakat Mengira Aksi Teror Adalah Rekayasa, Polri: Ini Realitas yang Harus Dihadapi

Sukma A
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sebagian besar masyarakat Indonesia yang ternyata masih tidak percaya bahwa rangkaian aksi teror merupakan kejadian yang nyata terjadi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono diskusi Forum Risalah Jakarta yang dilaksanakan secara virtual.

“Gerakan radikal yang ada sebagaian masih tidak percaya. Atau sebagian sengaja tidak percaya. Ini masih terjadi di masyarakat,” kata Rusdi, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, Minggu 4 April 2021.

Masyarakat yang dimaksud Rusdi tersebut beranggapan bahwa serangan teroris di Gereja Katedral Makasar dan Mabes Polri hanyalah hasil rekayasa semata.

“Bahkan ada yang berpendapat bahwa kasus Makassar terus kemudian juga penembakan di Mabes Polri itu rekayasa, kata mereka,” imbuhnya.

Baca Juga

Rusdi mengatakan bahwa pihak yang dikira masyarakat merekayasa aksi teror tersebut sengaja agar membuat masyarakat bingung.

“Masih ada kelompok kelompok seperti itu yang tidak percaya dan sengaja memang membuat masyarakat jadi bingung.

Oleh karena itu, dengan adanya masalah ini dianggap Rusdi sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Ini realitas yang perlu kita hadapi bersama,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, aksi teror baru-baru ini terjadi yakni pengeboman Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Minggu, 28 Maret 2021.

Tak lama kemudian, disusul oleh seorang wanita yang bersenjata menyerang Markas Besar Polri pada Rabu, 31 Maret 2021.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.