Ditinggal anak dan istri, pria di Pangkep ini memilih akhiri hidup dengan gantung diri

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Sumber gambar: koranindonesiaku.com

Terkini.id, Pangkep-Berita pilu nan menyayat hati ini datangnya dari seorang pria yang berprofesi sebagai tukang becak motor (Bentor). Pria ini memilih bunuh diri dengan menggantung diri, lantaran pisah ranjang dan ditinggal hidup sendiri oleh anak dan istri.

Pria berusia 40 tahun ini bernama Muhammad Arfah bin Abdul Samad, warga Kampung Maleleng Kelurahan Sibatua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Abdul Samad ditemukan dalam kondisi tewas gantung diri di salah satu tiang penyangga rumahnya. Kamis 7 November 2019 sore.

Keterangan dari keponakannya, saat itu ia hendak membawakan makanan berupa nasi dan lauk kerumahnya, dan biasa memang saya bawahkan setiap hari sejak ditinggal Istri dan anaknya. sesampai didalam rumah, kaget melihat pamanya, lehernya tergantung diatas tempat tidur dengan sarung yang terikat dengan tali ikat pinggang yang diikat diatas balok plafon. Sebagaimana melansir koranindonesiaku.com

Sementara mengungkapkan Kapolsek Pangkajene AKP Asgar, mayat korban tergantung pertama kali ditemukan oleh keponakannya Muh Yusuf Abdillah (13 tahun), saat hendak membawakan makanan untuk pamannya tersebut yang hanya tinggal sendiri dirumahnya sejak ditinggal pergi oleh anak dan istrinya.

Kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri akibat mengalami despresi berat setelah hampir empat bulan pisah ranjang dan ditinggal oleh istri dan anaknya.

“saudaranya tersebut sudah empat bulan ditinggalkan oleh istri dan anaknya sehingga menjadi depresi. Sekarang istrinya dan anaknya tinggal di Makassar,” pungkas saudara kandung korban bernama Kadir.

Sementara itu Muhammad Yusuf Saksi mata yang pertama kali melihat korban menuturkan seperti hari biasa dirinya setiap hari selalu membawakan makanan kepada pamannya sejak ditinggal anak dan istrinya, namun saat Yusuf memanggil Pamannya tak ada jawaban, sehingga ia membuka sendiri pintu rumah Pamannya tersebut yang tidak terkunci.

Tetapi alangkah kagetnya Yusuf saat dia melihat pamannya sudah tidak bernyawa dalam posisi gantung diri diatas tiang penyangga rumah, tepatnya diatas tempat tidur korban.

“Saya lalu memberitahu keluarga dan tetangga yang lain, Keluarga yang datang lalu menurunkan jenazah om dari gantungan dan membaringkan jenazah om Arafah di atas tempat tidur,”Pungkasnya.

Usai diturunkan dan dibaringkan, Jenazah korban lalu dibawa ke rumah Sakit Umum Batara Siang Pangkep, untuk dilakukan autopsi.

Namun pihak keluarga korban menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Saat ini Jenazah Korban telah di makamkan secara layak oleh kelurga dan kerabatnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Anda Mahasiswa UNM, Dapatkan Kuota E-Learning 30GB dan Voucher Internet 50GB Secara Gratis

Kepala BBKSDA Sulsel Apresiasi Keberhasilan Tim WRU Mengamankan Peredaran TSL

Menteri LHK Paparkan Langkah Pencegahan dan Penanganan Covid-19 pada Raker Virtual dengan DPR RI

Salurkan Ratusan Paket Sembako, Isnayani Utamakan Warga yang Sakit dan Kurang Mampu

Program 1000 Masker IZI Sulsel Kembali Beraksi, Kini Salurkan Masker Untuk RSUP. Wahidin Makassar

Bupati AM. Sukri Tinjau Pembuatan Masker dan Hasilnya Akan Dibagi Secara Gratis

Bank Sulselbar Salurkan Hand Sanitizer di Wilayah Transmisi Covid-19 bersama IZI Sulsel

Haslinda Wahab Salurkan Bantuan APD ke RS Hermina dan Ratusan Sembako ke Warga Kelurahan Borong

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar