Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) menanggapi pernyataan Komunikolog Politik Tamil Selvan yang membawa-bawa namanya saat menanggapi soal dugaan dua menteri Jokowi terlibat bisnis PCR.
Dalam pernyataan yang disampaikan Tamil Selvan tersebut, Denny Siregar disebut bersikap antipati ke Jokowi.
Menanggapi pernyataan Tamil, DS pun dengan tegas menyebut bahwa dirinya bukan antipati melainkan hanya melontarkan kritik terkait dua menteri Jokowi yang diduga terlibat bisnis PCR tersebut.
Menurutnya, kritik terhadap bisnis PCR itu sehat lantaran hal tersebut bukan persoalan individu atau personal melainkan masalah masyarakat.
“Saya itu bukan antipati, tapi kritik. Kritik itu sehat, karena ini masalah kebijakan bukan personal,” kata Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, dikutip terkini.id pada Sabtu, 6 November 2021.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Maka dari itu, Denny meminta kepada Tamil Selvan agar tidak ‘menggoreng’ namanya seolah dirinya antipati ke Jolowi.
Gak usah goreng-goreng bawa nama gua, seolah gua antipati ma jokowi,” tutur DS.
Selain itu, Denny Siregar juga menegaskan bahwa ia akan selalu berada di barisan terdepan membela Pemerintahan Presiden Jokowi.
“Gua ada di barisan terdepan kalo bela pemerintahan ini. Catet,” tegas DS.
Melansir Wartaekonomi, Komunikolog Politik Tamil Selvan ikut mengomentari soal dugaan bisnis PCR yang melibatkan dua menteri Jokowi yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir.
Menurutnya, dugaan itu menguatkan asumsi mengapa sejak awal pandemi Covid-19 kebijakan para menteri di kabinet Jokowi selalu tumpang tindih.
Bahkan, kata Tamil, menteri-menteri yang tidak berkaitan dengan tupoksi penanganan Covid malah lebih dominan, ternyata ada kepentingan bisnis terselubung didalamnya.
“Saat ini rakyat jadi mengerti mengapa ada menteri yang ngotot ngurusi covid padahal bukan wewenangnya. Ini bentuk nepotisme terbuka namanya, pejabat ini jangan goblokin rakyat dengan alasan entitas terpisah. Kalau punya malu, mundur!,” ujar Tamil, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Menurut Tamil, terbongkarnya informasi tersebut membuat publik semakin tidak mempercayai kepemimpinan Jokowi. Hal itu ditandai dengan banyaknya pendukung Jokowi yang melakukan protes termasuk Denny Siregar.
“Publik semakin antipati pada Pak Jokowi, buktinya pendukung seperti Denny Siregar pun angkap bicara untuk protes. Maka saya bilang, 2 menteri itu kalau tahu balas budi ke Pak Jokowi, mundurlah. Karena perbuatan mereka mencela nama baik Pak Presiden,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
