Dituduh Menang karena Foto Cantik Editan, Bisakah Evi Apita Didiskualifikasi MK?

Wajah asli Evi Apita dan wajah editan dirinya yang beredar di alat peraga kampanye.(ist)
Wajah asli Evi Apita dan wajah editan dirinya yang beredar di alat peraga kampanye.(ist)

Terkini.id, Jakarta – Kasus sengketa hasil Pemilu yang membuat Evi Apita menjadi tergugat, menjadi hal baru di MK dan belum pernah sebelumnya terjadi.

Hal itu karena penggugat salah satunya mendalilkan foto terlalu cantik Evi Apita yang diduga diedit dan dimanipulasi untuk mendongkrak suaranya.

Foto terlalu cantik tersebut dipakai Evi Apita sebagai pas foto surat suara, hingga alat peraga kampanye seperti baliho dan brosur-brosur.

Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) petahana yang menggugat Evi ke MK, Farouk Muhamad mengaku merasa dicurangi oleh caleg DPD pemenang di dapil Provinsi NTB tersebut.

Apa yang dilakukan Evi tersebut dinilai telah mengakibatkan Farouk Muhamad gagal menduduki kembali kursi keanggotaan DPD RI periode 2019-2024.

Evi Apita Maya
Caleg DPD asal NTB Evi Apita Maya digugat ke MK. (Foto: Merdeka)

Selain foto editan, Farouk menyebut ada sejumlah pelanggaran pemilu legislatif (pileg) di dapilnya, seperti adanya tindakan tidak jujur, adil, politik uang, dan penggelembungan suara.

“Calon anggota DPD dengan nomor 26 atas nama Evi Apita Maya telah memanipulasi atau mengedit pasfoto di luar batas kewajaran atau setidak-tidaknya foto editan yang mengubah identitas diri antara lain dagu, hidung, mata, warna kulit, dan struktur tubuh jika dibandingkan dengan gambar keadaan asli sebagaimana ditampilkan dalam rekaman video kampanye (akan dibuktikan dengan keterangan ahli),” demikian bunyi salah satu poin permohonan Farouk.

Farouk sendiri dalam Pileg 2019 dinyatakan kalah dari empat caleg DPD lain, termasuk Evi, yang mengantongi 283.932 suara.

Sedangkan Farouk cuma mengantongi 188.687 suara. Farouk menilai dengan foto editan tersebut, Evi berhasil meraup suara lebih besar darinya, padahal lawan politiknya itu tidak maksimal melakukan sosialisasi/kampanye.

Pelanggaran Administrasi

Evi Apita Maya
Foto editan dan foto asli Evi Apita Maya. (Foto: Kompas)

Dilansir dari hukumonline, salah satu kuasa hukum Pemohon, Heppy Hayati Helmi mengatakan pihaknya mendalilkan pelanggaran administrasi dan pelanggaran proses Pemilu terhadap Evi.

Untuk memperkuat dalil permohonan tersebut, pemohon bakal menghadirkan ahli di persidangan.

“Calon anggota DPD nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran yang tidak sesuai dengan Pasal 65 ayat (1) huruf j Peraturan KPU Nomor 30 Tahun 2018,” terang Heppy Hayati Helmi dalam sidang pendahuluan, Jumat 12 Juli 2019.

Usai mengedit pas fotonya sendiri, Evi memasang foto editan pada alat peraga kampanye berupa spanduk dan membubuhi logo DPR RI di dalamnya. Padahal, kata Evi, yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai anggota DPR RI. perbuatannya ini diklaim berdampak pada perolehan suara Evi di NTB.

“Banyak masyarakat NTB memilih yang bersangkutan hanya karena mempertimbangkan kecantikan parasnya pada foto yang ada di spanduk. Perbuat calon nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya telah nyata mengelabuui dan menjual lambang negara demi mendapat simpati rakyat NTB,” tudingnya.

Kasus Baru di MK

Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna pun mengaku kaget terhadap dalil permohonan tersebut.

Dia mengaku baru tahu ada kasus kekalahan di pemilu karena foto baliho yang kelewat cantik.

“Kaget juga saya ini kalau ternyata foto bisa berurusan jadi anu juga, ya. Ya, benar. Saya baru tahu itu. Jadi, kalau saya nanti fotonya nggak begini itu misalnya, gimana itu, ya? Bisa jadi editan foto,” kata Palguna.

Palguna mengaku tidak punya kapasitas menilai seberapa besar tingkat keaslian sebuah foto.

Palguna menyerahkan kepada para pihak untuk membuktikan apakah ada pengaruh foto editan agar menjadi lebih cantik dalam perolehan suara pemilu legislatif.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

120 Anggota Kodim 1425 Jeneponto Jalani Tes Urine

Terkini.id,Jeneponto - Sebanyak 120 angggota Kodim 1425 Jeneponto ikut serta melakukan tes urine. Ini dilakukan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba