Evi Apita, Caleg Terpilih yang Didugat ke MK Gegara Fotonya Diedit Terlalu Cantik

Wajah asli Evi Apita dan wajah editan dirinya yang beredar di alat peraga kampanye.(ist)
Wajah asli Evi Apita dan wajah editan dirinya yang beredar di alat peraga kampanye.(ist)

Terkini.id, Mataram – Sengketa terkait pemilihan umum khususnya pemilihan legislatif, biasanya dilatari dengan dugaan terjadinya kecurangan seperti manipulasi suara.

Namun, berbeda dengan Caleg terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya.

Evi digugat oleh sesama rekannya bernama Farouk Muhammad yang juga caleg DPD lainnya, gegara gara-gara mengedit kualitas pasfoto yang dipasang di kertas suara terlihat lebih cantik. Melewati batas kewajaran.

Foto Evi Apita Maya jadi terlihat jauh lebih cantik yang terpasang di kertas suara saat proses coblosan.

Evi dianggap berbuat tidak jujur karena mengubah pas fotonya hingga wajah yang bersangkutan nampak lebih cantik dari aslinya.

Farouk melalui kuasa hukumnya, Heppy, mendalilkan pelanggaran administrasi dan pelanggaran proses Pemilu kepada Evi.

Evi Apita nomor urut 26 calon DPD RI dari NTB. Demi memperkuat gugatannya, Heppy bakal menghadirkan ahli ke muka persidangan pada agenda mendengar keterangan saksi.

“Calon anggota DPD RI nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran,” papar Heppy dihadapan Majelis Hakim Konstitusi, ruang sidang MK, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari tribunnews.

Tingkah Evi, lanjut Heppy tak berhenti di situ.

Setelah mengedit pas fotonya sendiri, Evi memasang foto editan tersebut pada alat peraga kampanye berupa spanduk, dan membubuhi logo DPR RI di dalamnya.

Padahal yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai anggota DPR RI.

Perbuatannya ini diklaim berdampak pada suara Evi di NTB.

Disebutkan, Evi pada Pemilu 2019 pemilihan anggota DPD RI, mendapat suara paling banyak, yakni sebesar 283.932 suara.

Banyak masyarakat NTB memilih yang bersangkutan hanya karena mempertimbangkan kecantikan parasnya pada foto yang ada di spanduk.

“Perbuat calon nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya telah nyata mengelabui dan menjual lambang negara untuk simpati rakyat NTB,” ungkap Heppy.
Evi Apita nomor urut 26 calon DPD RI dari NTB.

“Paling tidak dapat dilacak dari pemilih yang memilihnya dengan alasan foto calon nomor urut 26, cantik dan menarik,” ungkap dia.

Calon anggota DPD RI lainnya untuk Provinsi NTB juga disebut merugi atas perbuatannya itu.

Ia dituduh melanggar asas Pemilu soal kejujuran.

“Pemilih, Pemohon beserta calon anggota DPD RI lainnya merasa tertipu dan dibohongi. Dengan demikian telah melanggar asas Pemilu karena tidak jujur,” pungkas Heppy.

Berita Terkait