Diwacanakan Sejak Era Soekarno, Ridwan Kamil: Jakarta Tidak Pernah Didesain Sebagai Ibu Kota!

Terkini.id, JakartaGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti pernyataan yang dilayangkan oleh jurnalis senior Edy Mulyadi soal penolakan pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.

Ia pun menyesalkan adanya penggunaan diksi oleh Edy Mulyadi yang dinilai sangat tidak tepat sehingga banyak pihak yang tersakiti sebab ia menghina Kalimantan.

Mantan Wali Kota Bandung itu pun mengaku heran kenapa seorang Edy Mulyadi berani menolak pemindahan IKN ke Kalimantan Timur tersebut.

Baca Juga: Joe Biden Mesra Dengan Jokowi, Dokter Tifa: Rangkul Kepala Indonesia...

Padahal menurutnya, pemindahan IKN tersebut sudah diwacanakan sejak jauh-jauh hari saat Bung Karno masih menjadi Presiden Indonesia.

Ridwan Kamil menerangkan jika wacana tersebut sebenarnya sudah ada sejak zaman Bung Karno dan terus dikembangkan, mengingat DKI Jakarta yang tidak pernah didesain sebagai IKN.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

“PEMINDAHAN IBUKOTA adalah wacana lama sejak zaman Bung Karno. Karena Jakarta memang tidak pernah didesain sebagai Ibukota,” kata Ridwan Kamil dalam unggahan akun Instagram miliknya @ridwankamil, Selasa 25 Januari 2022.

Ridwan Kamil pun menegaskan jika Kalimantan memang sengaja dipilih Bung Karno untuk menjadi IKN.

Hal itu disebabkan letak geografis Kalimantan yang jauh dari potensi bencana serta posisinya berada di tengah-tengah Nusantara sehingga menguatkan semangat pemerataan.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

Ia juga menyampaikan bahwa wacana pemilihan pulau Borneo sebagai IKN sejak zaman Bung Karno itu lah yang pada akhirnya membuat Presiden Jokowi memutuskan Kalimantan sebagai IKN baru bagi NKRI.

“Beliau memilih Kalimantan karena jauh dari potensi bencana, posisi di tengah nusantara dan menguatkan semangat pemerataan. Hal yang sama yang menjadi alasan mengapa Presiden @jokowi memutuskan di Kalimantan,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, banyak pihak yang dengan tegas menolak adanya pemindahan ibu kota terutama dari kalangan oposisi. Selain Edy Mulyadi, ada juga pakar ekonom senior yakni Rizal Ramli yang terang-terangan menolak pemindahan IKN tersebut.

Bagikan