Masuk

Dokter Tifa: Jangan Harap Anies Bisa Jadi Presiden 2024 kalau Tidak Punya Partai

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dokter Tifauzia Tyasumma menyetujui bahwa seorang Presiden memang merupakan petugas partai.

Oleh sebab itu, Dokter Tifa menilai Anies Baswedan tidak akan bisa menjadi Presiden 2024 jika tidak memiliki partai.

Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan merupakan Gubernur DKI Jakarta yang digadang-gadang akan maju menjadi calon presiden.

Baca Juga: Kantor DPW NasDem Dilempar Telur Busuk Saat Anies di Aceh, PKS: Harus Diusut

“Secara faktual, saat ini benar apa yang dikatakan Megawati, bahwa Presiden itu memang Petugas Partai,” kata Dokter Tifa melalui akun Twitter @DokterTifa, seperti dikutip terkini.id pada Selasa, 19 Juli 2022.

“Karena itu jangan harap Anies bisa jadi Presiden 2024, kalau dia tidak punya partai,” sambungnya.

Dokter Tifa pun menilai saat ini partai-partai besar sedang mempersiapkan petugas partai masing-masing untuk menjadi calon presiden.

Baca Juga: Adu Jotos HIPMI, Dokter Tifa: Negara Ini Masuk Tahap C5

Sebab itu, ia meminta masyarakat untuk jangan terlalu banyak ada variasi calon presiden di Pemilu mendatang.

“Dan saat ini, partai-partai besar sudah persiapkan calon-calonnya sendiri, yaitu para Petugas Partainya masing-masing,” kata Dokter Tifa.

“Jadi jangan berharap terlalu banyak. Nanti yang akan muncul jadi Capres, ya dia dia dia dan dia. Nanti akan mengerucut jadi dia dan dia. Lagi-lagi para Petugas Partai besar. Begitulah Indonesia,” lanjutnya.

Di kolom komentar, beberapa netizen nampak menyetujui pernyataan Dokter Tifa.

Baca Juga: Bela Anies, Gus Choi Sindir Ade Armando: Bau Mulut Cermin dari Hati dan Otak

Netizen dengan nama akun @SholahudinIs*** mengatakan bahwa apa yang dijabarkan Dokter Tifa merupakan bentuk ilusi demokrasi.

“Itulah ilusi demokrasi. Jangan berharap dengan demokrasi yang sesungguhnya tidak demokrasi,” katanya.

Ada pula netizen yang menyinggung soal Presidential Threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden 20 persen.

“Selama PT 20% masih berlaku kita gak bisa berharap punya pemimpin yang berkualitas,” kata @kipamanahra***.

“Calon-calon yang dimunculkan semuanya masih Circle Oligarki Globalis dan kita dipaksa memilih calon-calon yang sudah mereka siapkan, dengan kata lain siapapun yang terpilih yang menang tetap Oligarki,” tambahnya.