Don Adam: Kalau Opung Sudah Pasang Badan, 100 Persen Yakin Saya, Keinginan Penundaan Memang Maunya Pak Lurah

Don Adam: Kalau Opung Sudah Pasang Badan, 100 Persen Yakin Saya, Keinginan Penundaan Memang Maunya Pak Lurah

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Adamsyah Wahab atau Don Adam turut berkomentar soal Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim pemilih Partai Demokrat, Gerindra, dan PDIP mendukung usulan Pemilu 2024 ditunda dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Don Adam mengatakan bahwa jika “opung” suddah pasang badan, maka ia meyakini bahwa penundaan Pemilu 2024 ini memang keinginan “Pak Lurah”.

“Kalau Opung s paudahsang badan, 100% yakin saya keinginan penundaan memang maunya Pak Lurah,” kata Don Adam melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 12 Maret 2022.

“Tinggal menyakinkan Teuku Umar. Masuk barang tuh,” sambungnya.

“Ternyata menumbangkan Orba, karena keinginan berkuasa kayak beliau. Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely,” katanya lagi.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Don Adam membagikan cuitan peneliti dan guru besar politik Indonesia, Saiful Mujani yang menanggapi klaim Luhut soal dukungan pemilih beberapa partai terhadap penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Saiful Ismail bertanya kepada penemu Drone Emprit, Ismail Fahmi terkait kebenaran Luhut Binsar Pandjaitan tersebut.

Ia menyinggung bahwa berdasarkan temuan survei nasional, hampir semua pemilih partai yang disebut Luhut justru menolak penundaan Pemilu 2024.

“Mas Ismail Fahmi benar tidak klaim ini? Katanya dari big data. Sangat terbalik dengan berbagai temuan survei nasional. Hampir semua pemilih partai-partai itu menolak penundaan pemilu,” katanya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pemilih Partai Demokrat, Gerindra dan PDIP mendukung usulan Pemilu 2024 ditunda dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Luhut mengklaim bahwa hal itu berdasarkan big data berupa percakapan dari 110 juta orang di media sosial.

Sekedar catatan, sejauh ini, Demokrat, Gerindra dan PDIP menyatakan menolak usulan penundaan Pemilu 2024.

“Nah, itu yang rakyat ngomong. Nah, ini kan ceruk ini atau orang-orang ini ada di Partai Demokrat, ada di Partai Gerindra, ada yang di PDIP, ada yang di PKB, ada yang di Golkar, di mana-mana kan ceruk ini,” kata Luhut dalam siniar di kanal Youtube Deddy Corbuzier pada Jumat, 11 Maret 2022.

Luhut menyebut bahwa big data itu menunjukkan ketidaksetujuan rakyat soal penyelenggaraan pemilu pada masa pandemi.

Ia mengklaim rakyat tak mau uang Rp110 triliun dipakai untuk menyelenggarakan pemilu.

Selain itu, ia juga menilai aspirasi-aspirasi dari masyarakat tersebut sebagai bagian dari demokrasi.

Adapun persoalan wacana itu diwujudkan atau tidak, kata Luhut, nantinya menjadi ranah MPR selaku pihak yang bisa mengubah atau mengamendemen UUD 1945 tentang pasal jadwal pemilu.

“Kalau rakyatnya terus berkembang terus gimana, nanti bilang DPR gimana, MPR bagaimana, ya kan konstitusi yang dibikin itu yang harus ditaati presiden. Konstitusi yang memerintahkan presiden, siapa pun presidennya,” ucap Luhut.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.