Pengamat Politik: Berkuasa Adalah Candu, Tetapi Jauh Lebih Berkelas Akhiri Masa Jabatan Presiden dengan Happy Ending!

Pengamat Politik: Berkuasa Adalah Candu, Tetapi Jauh Lebih Berkelas Akhiri Masa Jabatan Presiden dengan Happy Ending!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Soal wacana penundaan pemilu 2024 yang semakin mencuat kini ditanggapi seorang Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago belum lama ini.

Dalam tanggapannya, Pengamat Politik Pangi menilai bahwa mayoritas publik menolak ide tentang penambahan masa jabatan presiden tersebut sebagai ‘testing the water’ atau mengetes air untuk memancing reaksi publik.

Namun, kata Pangi Syarwi publik mengkhawatirkan perpanjangan masa jabatan presiden akan mengembalikan Indonesia ke pemerintahan otoriter.

“Temuan Voxpol Center Research and Consulting pada Juli 2021 sudah jauh-jauh hari memotret fenomena penolakan masyarakat dengan wacana testing the water tersebut,” ujar Pangi dalam keterangan resminya.

Selain itu, Pengamat politik pangi bahkan memerinci 73,7 persen responden survei Voxpol menolak masa jabatan presiden ditambah menjadi 3 periode.

Baca Juga

 Selanjutnya, sebanyak 34,4 persen dari responden yang menolak itu menganggap perpanjangan masa jabatan presiden merupakan kemunduran demokrasi, sedangkan 28,2 persen lainnya menyebut hal itu akan menghambat regenerasi kepemimpinan.  Dikutip dari Jpnn. Kamis, 7 Maret 2022.

Adapun 9,9 persen responden menolak ide perpanjangan masa jabatan presiden dengan alasan untuk menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) maupun oligarki. Selain itu, ada  8,7 persen tidak mau menjadi pengkhianat demokrasi.

Sisanya, lanjutnya ada 4,6 persen responden menganggap wacana itu hanya ulah oknum tertentu yang ingin menjebak Presiden Jokowi.

Penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan yang tidak sesuai dengan amanat konstitusi negara,” tuturnya.

Dosen ilmu politik di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu juga menegaskan perpanjangan masa jabatan presiden sama saja mengacaukan siklus demokrasi.

Oleh karena itu, Ia mengharapkan Presiden Jokowi memosisikan diri sebagai negarawan yang menaati konstitusi dan mengakhiri masa jabatannya secara baik.

“Berkuasa adalah candu, tetapi jauh lebih berkelas mengakhiri masa jabatan presiden dengan happy ending,” kata Pangi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.