Dosis Dikurangi, Aturan Pemerintah Mencekik Para Petani di Jeneponto

Dosis Dikurangi, Aturan Pemerintah Mencekik Para Petani di Jeneponto

S
R
Syarief
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jeneponto – Hasil panen Jagung dan padi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terancam menurun, hal itu diakibatkan para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang petani di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto kepada terkini.id, Rabu, 17 Januari 2024.

“Sulit sekali qt dapat pupuk, kemarin ke kios pupuk hanya dikasi 1 zat, sedangkan lahan yang kami garap hampir 2 hektar, ini yang paling memusingkan,” Kata salah seorang petani di kecamatan Turatea yang enggan disebut namanya.

Menurutnya, pupuk yang dibutuhkan sebanyak 10 zat,” Setiap musim tanam saya membutuhkan 10 hingga 12 zat, ini 1 zat saja di dikasi,” Ujarnya.

Ketua Asosiasi Kios Pupuk Lengkap (KPL) Jeneponto, Muhammad Kahar angkat bicara terkait keluhan para petani.

“Pupuk tidak langka, banyaydi gudang, tapi kita keluarkan sesuai dengan jumlah RDKK, kenapa begitu, karena aturan Pemerintah, jadi bukan langka,” kata Muhammad Kahar.

Lebih lanjut Kahar mengatakan, Pemerintah menurunkan dosis pupuk dalam 1 hektar, itulah menjadi kendala bagi para petani.

“Jadi dosis pemakaian pupuk itu tahun ini berkurang, untuk jagung berkurang dosisnya dalam 1 hektar, tahun – tahun lalu dalam 1 hektar itu 6 hingga 7 zat perheltar, tahun ini hanya 2 zat perhektar, untuk pada dari 5 zat perhektar turun menjadi 1 hingga 2 zat” Pungkasnya.

Muhammad Kahar mengaku pengecer terkendala di penyaluran karena aturan Pemerintah yang membatasi.

“Pemerintah menyarankan melalui aturannya untuk disalurkan sesuai dengan yang ada di RDKK, sementara petani itu sekitar 40 persen tidak terdaftar di RDKK,” Katanya.

Selalu Ketua Asosiasi Kios Pupuk Lengkap, Mohammad Kahar berharap agar Pemerintah dapat memikirkan petani yang tidak terdaftar dalam RDKK.

“Harapan saya, Pemerintah harus memikirkan nasib para petani yang terdaftar didalam RDKK, dan juga kita berharap agar Pemerintah juga kembali menyupsidi pupuk organik agar berimbang,” Hatapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.