Terkini.id, Jakarta – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan pertamax jadi perbincangan di media sosial dan menjadi trending topic di Twitter.
Hal ini terjadi lantaran harga Pertamax naik menjadi Rp16.000 per liternya.
Sedangkan untuk Pertalite, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait adanya kenaikan harga atau tidak.
Dikabarkan bahwa dengan naiknya harga Pertamax membuat warganet banyak yang mengeluh.
Bahkan salah satu warganet menyinggung Puan Maharani yang tidak lagi menangis dengan kenaikan harga BBM.

- Pertamina Putuskan Turunkan Harga Pertamax Mulai Hari Ini
- Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jokowi: Mestinya, Uang Negara Diprioritaskan!
- Inilah Harga Terupdate Pertamax dan Pertalite di SPBU
- Soal Kenaikan Harga Pertamax, Mamit Setiawan: BBM di Indonesia Jauh Lebih Murah Dibandingkan Negara Lain!
- Herzaky Mahendra 'Sindir' Jokowi: Kalau Semprot Sana-Sini, Tanpa Ada Perubahan Dihadapi Rakyat, Buat Apa!
“2beer! Kok ga nangis lagi kek waktu masa SBY naikin 200 perak? Loh loh kok sekarang malah kamu yang Acc?,” ungkap warganet melalui akun Twitter @tubirfess, dikutip Terkini pada rabu 30 Maret 2022.
Diketahui pada pemberitaan beberapa waktu silam, dimasa pemerintahan Pak Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat itu, Puan Maharani terlihat meneteskan air mata ketika harga BBM dinaikkan.
Selanjutnya, ada juga warganet yang menduga dengan naikknya harga Pertamax, akan menjadi salah satu penyebab kelangkaan Pertalite lantaran masyrakat kemungkinan besar akan beralih.
“Setelah Harga BBM dinaikkan akan muncul kalimat. Mau Pertalite murah tapi langka atau Pertamax mahal tapi berlimpah? Tipu-tipu aja kerjanya,” cuit warganet yang lain.
“Pertamax disetujui DPR naik Rp16.000, Pertalite gantikan Premium. Sempurna sudah derita rakyat,” timpa yang lain.
Seperti diketahui, Komisi VI DPR RI menyetujui PT Pertamina (Persero) untuk melakukan penyesuaian harga BBM Pertamax.
Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam siaran langsung secara daring mengatakan jika harga Pertamax belum mengikuti mekanisme pasar.
Kendati demikian, Komisi VI DPR RI mendukung penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mengikuti harga keekonomian minyak dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
