Terkini.id, Makassar – Anggota DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad mendesak pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Jumpandang Baru.
Diketahui, pembangunan RS Jumpandang Baru terbengkalai dan tak kunjung diselesaikan Pemkot Makassar sejak tahap pertama pembangunannya diselesaikan pada tahun 2019 lalu.
Tahun ini pun, RS tersebut mendapatkan porsi anggaran Rp 10 milliar untuk pengerjaan lantai satu dan dua gedung.
Namun, hingga Juni 2023 saat ini, lelang RS tersebut tak kunjung diajukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar.
Saat ini RS tersebut membutuhkan pengerjaan interior sekaligus pengadaan Mobiler agar bisa difungsikan.
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
- Fraksi Gerindra DPRD Makassar Desak Pemkot Segera Tangani Masalah Sampah di TPA Antang
“Jadi berikanlah atensi terhadap penyelesaian bangunan yang sangat diharapkan bisa menjadi RS, dalam hal ini puskesmas Jumpandang Baru yang akan menjadi rumah sakit,” ujar Ray Suryadi, Jumat, 16 Juni 2023.
Anggota DPRD Makassar Komisi D ini mengatakan bahwa masyarakat khususnya bagian utara kota membutuhkan akses layanan kesehatan lengkap dan dekat.
Selama ini, menurut Ray, masyarakat harus jauh-jauh ke Daya jika membutuhkan akses RS.
“Kita berharap ada pelayanan yang sama dan merata. Pembagian wilayah timur dan utara itu kan cukup jauh. Kemudian untuk pemeriksaan kesehatan yang mau melahirkan, yang sakit parah itu harus jauh-jauh ke sana,” kata legislator Fraksi Demokrat tersebut.
Ray pun mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali meminta pembagunan RS tersebut diselesaikan. Bahkan, hampir tiap paripurna menjadi rekomendasinya.
Menurutnya, jika pembangunan RS tersebut bisa cepat diselesaikan sebelum Anggaran Perubahan, potensi penambahan anggaran tahun ini bisa dilakukan.
Adapun pembangunan RS Jumpandang Baru, kata Ray, masih membutuhkan anggaran sebesar Rp70 milliar untuk bisa rampung. Dia menilai anggaran dan pengerjaan yang diajukan setengah-setengah menunjukkan sikap pemkot yang tak serius.
“Jadi sebenarnya bisa dibilang ini tidak serius, jika hanya dianggarkan sebesar Rp10 milliar saja. Harapan kita adalah tahun depan, dianggarkan pokok itu bisa dianggarkan secara keseluruhan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Layanan Kesehatan dr. Andri Arwan Zainuddin mengatakan, lelang pengerjaan untuk RS Jumpandang Baru tengah diproses oleh pihaknya.
Adanya keterlambatan karena pihaknya intens berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Jadi kami tunggu dulu hasil diskusinya (dengan LKPP),” ujar Andri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
