Terkini, Makassar – Wakil Ketua DPRD Makassar, Eric Horas menyoroti maraknya kasus begal yang sering terjadi belakangan ini hingga memakan korban yang didominasi anak muda.
Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi keluhan warga soal kasus begal di reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Jalan Gunung Lompobattang, RT 3 RW 2, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Jumat (22/5/2026).
Ketua DPC Gerindra Makassar itu meminta pemerintah kota (Pemkot) Makassar untuk menghadirkan solusi kongkrit terhadap kasus ini. Sebab, korban dari begal tidak diakomodir oleh BPJS Kesehatan.
“Nah ini mungkin bisa juga dipikirkan sama Dinas Kesehatan. Karena bagaimanapun itu kan adalah korban. Jadi harus ada penanganan khusus,” tegasnya.
Menurut Eric, tidak ada warga yang mau menjadi korban begal. Jika tidak sengaja terkena busur, Dinas Kesehatan harus melayani korban tanpa memikirkan biaya operasi namun mengedepankan kemanusiaan.
- Dokter Dewi Setiawati: Orang Tua Harus Jadi Tempat Pulang Anak, Bukan Sekadar Pengirim Uang
- Toyota Kuasai 36 Persen Pasar Otomotif Sulawesi hingga April 2026
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Pra Sejahtera di Bitung
“Paling tidak, harus ada solusi dari Dinas Kesehatan memikirkan apabila warga ada yang terkena busur, apalagi korban. Karena memang sekarang marak geng motor,” lanjutnya.
Selain itu, langkah mitigasi juga perlu diperhatikan. Dari reses sebelumnya, dia menilai keluhan warga perihal pengadaan kamera CCTV di setiap lorong harus direalisasikan.
Dengan fasilitas tersebut, aktifitas warga bisa dipantau secara real time. Jika ada aksi geng motor, rekamannya bisa menjadi bukti untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Paling tidak sangat gampang dideteksi ketika ada hal-hal kriminal yang dilakukan di jalan-jalan,” katanya.
Eric juga mendorong pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda. Misalnya, pemerintah kota Makassar bisa memfasilitasi pelatihan skill atau suntikan modal kepada mereka yang mau menjadi wirasussu.
“Bisa juga ada permodalan saya pikir, karena kalau setelah dilatih terus enggak dimaksimalkan, ya terbuang juga, percuma ya,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
