Di balik program ini, ada kepentingan politik yang terus bergulir. Sejak awal, pasangan Munafri-Aliyah menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam pemerintahan mereka.
Seragam gratis menjadi salah satu simbol keberpihakan mereka kepada rakyat kecil—simbol yang bisa dibawa hingga ke panggung kampanye berikutnya.
Namun tantangan tak kecil. Banyak yang menunggu, apakah implementasi program ini akan berjalan tanpa hambatan? Apakah kualitas seragam memadai? Dan yang lebih krusial, apakah program ini bisa merata, atau hanya menjadi proyek simbolik di beberapa sekolah saja?
Dinas Pendidikan Makassar akan berada di garis depan untuk menjawab semua itu. Dalam rapat evaluasi bersama DPRD, mereka menyampaikan kesiapan anggaran dan perencanaan teknis.
Namun pengalaman mengajarkan bahwa perencanaan yang baik di atas kertas belum tentu mulus dalam praktik.
- Siapkan Kreator Pertanian Hebat, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Digitalisasi Konten Pertanian Berbasis AI
- Kuburan Covid-19 di Gowa Akan Dialihfungsikan? Jenazah Mantan Wali Kota Ternate Mulai Direlokasi
- APINDO Gandeng Pemkab Barru Promosikan Investasi dan UMKM di Rakerkonas 2026
- Strategi Human Capital Berbasis AI Antar BNI Raih Penghargaan LinkedIn
- Jelang RAKERKONAS APINDO 2026, Bulukumba Siap Tampilkan Potensi Investasi dan UMKM
Menunggu di Tahun Ajaran Baru
Program ini direncanakan mulai berjalan pada awal tahun ajaran 2025. Artinya, dalam hitungan bulan, anak-anak dari ratusan sekolah di Makassar akan menjadi saksi apakah janji seragam itu benar-benar tiba, atau hanya sekadar angin kebijakan yang lewat begitu saja.
Sementara itu, Muchlis dan koleganya di Komisi D berjanji akan terus mengawal.
“Kami akan awasi betul pelaksanaan di lapangan. Program ini terlalu penting untuk dibiarkan gagal,” katanya.
Di ruang-ruang kelas dan rumah-rumah kecil di pelosok Makassar, para orang tua dan siswa mungkin belum tahu detail politik anggaran atau dinamika legislatif.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
