DPRD Maros Tegur Kades yang Beri Izin Warkop Remang-remang

Terkini.id, Maros – Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman memberikan teguran kepada Kepala Desa Labuaja, Asdar, yang memberi izin kepada warung kopi yang belakangan terbukti menjual ratusan botol miras. Plus terindikasi jadi praktik prostitusi.

“Jangan cuma tunggu laporan, Pak Desa. Masa iya warkop ada kamar-kamar yang disekat dan ratusan botol miras,” ujarnya saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) terkait keberadaan warung remang-remang di wilayah Labuaja.

Politikus PAN itu juga meminta Asdar untuk lebih hati-hati memberi izin. “Banyak-banyaklah membaca. Baca Perda dan segala macam. Lagipula tempat semacam itu bisa mengundang bencana untuk kita,” imbuh Haeriah.

Adik kandung Hatta Rahman, bupati Maros itu menyebut persoalan ini memang sudah seharusnya dapat perhatian serius. Apalagi sudah menjadi kabar viral. “Kalau ke depan masih ditemukan lagi, saya sendiri yang akan laporkan Anda,” tuturnya.

Menanggapi itu, Asdar berjanji akan lebih selektif dalam memberikan izin usaha kepada warga.

“Soal warung yang viral ini, memang saya beri izin karena pemiliknya mengaku hanya akan jual kopi. Ternyata tim kabupaten temukan miras,” ucapnya.

RDP tersebut dihadiri juga Kapolsek Camba, AKP Haedar; Plt Camat Cenrana, Andi Pallawagau; Plt Kasatpol PP, Husair Tompo, hingga para pengurus LP3HAM, lembaga yang mendapat surat kuasa perwakilan warga.

Husair pun menyayangkan tumbuhnya kembali warung remang-remang di Maros. “Makanya kami seriusi ini. Anggota kami sedang melakukan penyidikan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, pihak LP3HAM sempat meminta izin kepada pimpinan dewan untuk memutar sebuah video. Tayangan pengakuan seorang perempuan yang diketahui sebagai salah satu “pelayan” di warung tersebut. Di situ dia mengaku pernah melayani oknum pemerintah desa. Namun, pimpinan dewan memutuskan bahwa video tersebut akan diputar terbatas, bukan di forum.

“Nanti sekalian Pak Kasatpol telaah,” imbuh Haeriah.

Warung remang-remang ini memang jadi bahasan ramai di media sosial. Berawal dari unggahan seorang warga di Facebook, bahwa di desanya berdiri sebuah tempat yang diduga jadi sarang prostitusi.

Ironisnya, sang warga sempat terpojok dengan ancaman bakal dilapor balik oleh oknum pemerintah setempat.

Berita Terkait
Komentar
Terkini