Terkini, Makassar – Dalam laga pekan ke-20 Liga 1 2024/2025, PSM Makassar harus menelan kekalahan pahit 2-3 dari Dewa United. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, 27 Januari 2025, menyisakan cerita dramatis, kritik pedas, dan kekecewaan mendalam, terutama dari kubu Laskar Pinisi. Pelatih PSM, Bernardo Tavares, kembali menjadi sorotan dengan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit.
Awal yang Menjanjikan
Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Victor Dethan membawa PSM unggul lewat gol cepatnya. Keunggulan ini memberi harapan besar bagi tim tamu. Namun, Dewa United tidak tinggal diam. Melalui serangan balasan yang terorganisasi, Alex Martins mencetak gol penyama kedudukan, menjadi pembuka dari hattrick yang ia ukir malam itu.
Pada babak kedua, PSM kembali unggul lewat gol Balotelli di menit ke-54. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sebentar. Keputusan wasit yang menganulir gol kedua Balotelli karena dianggap handball menjadi salah satu momen kontroversial yang memancing reaksi keras dari Tavares.
“Kita harus mulai membawa buku aturan ke Indonesia agar semua pihak, termasuk wasit, memahami keputusan apa yang harus diambil di situasi tertentu,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.
- Herman Kajang: Jangan Biarkan Nama Kajang Tercoreng oleh Ulah Segelintir Orang
- Tandai 51 Tahun Perjalanan, Sompo Insurance Gelar Festival Seni Budaya dan Kesehatan
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
Hattrick Alex Martins dan Kontroversi Wasit
Dewa United memanfaatkan momentum dengan baik. Alex Martins mencetak dua gol tambahan, membawa timnya berbalik unggul 3-2. Gol-gol ini menunjukkan ketajaman lini serang Dewa United dan kelengahan pertahanan PSM.
Namun, bagi Tavares, bukan hanya permainan lawan yang menjadi tantangan, tetapi juga keputusan-keputusan wasit yang dianggap tidak konsisten. Ia menyoroti standar ganda yang diterapkan dalam pemberian kartu kuning dan pengabaian pelanggaran terhadap pemainnya.
“Pemain kami, Akbar Tanjung, baru sekali melakukan pelanggaran langsung mendapat kartu kuning. Tapi pemain Dewa United melanggar berulang kali tanpa ada tindakan,” tegas Tavares.
Ia juga menyoroti momen-momen krusial saat Dewa United dianggap menghalangi serangan PSM tanpa hukuman dari wasit. “Pelanggaran seperti ini merusak ritme permainan kami,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
