“Saya tidak perlu berkomentar banyak soal kejadian di kotak penalti Persik. Tapi yang jelas, VAR itu hanya teknologi, yang menentukan tetap manusianya,” ujar asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, usai laga.
Kekecewaan PSM bisa dimaklumi. Mereka merasa momentum kemenangan telah dirampas oleh keputusan wasit.
Dominasi Persik, Ketangguhan PSM
Dari statistik, Persik lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 56 persen berbanding 44 persen milik PSM. Macan Putih juga lebih agresif dalam menyerang, melepaskan 15 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran.
PSM sedikit tertinggal dengan 14 tembakan dan hanya 3 yang mengarah ke gawang.
- Hari Lahir Pancasila: Pondasi Perjuangan Bagi Keisha Ratu Utami Menuju Paskibraka Nasional 2026
- Gimnastik Jadi Cara Ibu Dua Anak Ini Latih Kemandirian Anak di Era Gadget dan AI
- PT Vale Terus Perkuat Tata Kelola ESG, Skor Risiko Keberlanjutan Turun Hampir 20 Persen pada 2025
- Wali Kota Munafri: Makassar Half Marathon 2026 Hidupkan Pariwisata dan UMKM, Effect bagi PAD Kota
- PT Nindya Karya Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah di Proyek Sekolah Rakyat Takalar
Dari segi distribusi bola, Persik mencatatkan 426 umpan dengan akurasi 82 persen, sementara PSM mencatat 367 umpan dengan akurasi 75 persen.
Namun, dalam aspek pertahanan, PSM lebih solid dengan 20 tekel, 8 sapuan, dan 20 intersep. Persik mencatatkan 14 tekel, 15 sapuan, dan 25 intersep.
PSM Dirugikan?
Hasil imbang ini tentu tidak ideal bagi PSM yang tengah berjuang di papan tengah klasemen. Namun, lebih dari sekadar kehilangan dua poin, sorotan utama justru tertuju pada kontroversi VAR yang kembali memicu perdebatan soal kualitas wasit di Liga 1.
Bagi Persik, hasil ini tetap berharga karena mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dan nyaris mengamankan kemenangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
