Terkini.id, Makassar – Dua Ketua Dewan Pimpinan Cabang Demokrat bertemu Ilham Arief Sirajuddin atau IAS di Hotel Claro Jalan AP Pettarani Kota Makassar Sabtu, 11 Juni 2022 malam.
Hal itu memunculkan spekulasi bahwa keduanya memberi sinyal akan bergabung dengan partai Beringin. Terlebih, pertemuan berlangsung tampak cair dan penuh keakraban.
Adapun Dua Ketua DPC tersebut, yaitu Ketua Demokrat Pinrang Andi Irwan Hamid dan Ketua DPC Demokrat Maros Amirullah Nur. Saat ini, IAS bukan lagi kader Demokrat, dirinya sudah pindah ke Golkar.
Pertemuan tiga sahabat itu pun memunculkan spekulasi ke publik. Apakah Irwan Hamid dan Amirullah Nur akan mengikuti jejak IAS gabung Golkar. Khususnya, Irwan bukanlah orang baru bagi Golkar.
Ia adalah kader beringin rindang sebelum gabung ke Demokrat. Ia pernah memimpin DPD II Golkar Pinrang.
Dikonfirmasi pembahasan pertemuan tersebut, Amirullah Nur mengaku membahas banyak hal, antara lain, seputar politik hingga pemulihan ekonomi bangsa.
“Kita diskusi banyak hal sebagai sesama sahabat. Bahas politik, bisnis, sampai pemulihan ekonomi,” kata Amir, Minggu 12 Juni 2022.
Amir memastikan dirinya akan meninggalkan partai Demokrat dalam waktu dekat. Menurutnya ada 10 Ketua DPC Demokrat ingin meninggalkan partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu.
10 Ketua DPC itu adalah mereka yang tidak hadir pelantikan pengurus DPD Demokrat Sulsel. Amir pun mendoakan partai segitiga Mercy tetap jadi partai besar ke depan.
Ia mendoakan Demokrat tetap mampu mempertahankan posisi 4 besar ke depan.
Amirullah Nur pun mengenang Demokrat pernah berjaya meraih posisi kedua di Sulsel pada 2014 lalu. Saat itu Demokrat Sulsel meraih 11 kursi, hanya kalah dari Golkar yang dipimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo saat itu.
Pada pemilu 2019, Demokrat turun ke posisi keempat, di bawah Golkar 13 kursi Nasdem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.
“Kita doakan Demokrat Sulsel ke depan minimal mempertahankan posisi 4 besar. Jangan sampai turun ke posisi kelima atau keenam. Itu tugas saudara Ni’matullah. Kita membantu lewat doa sekarang,” tuturnya.
Amirullah Nur menegaskan, dirinya tergabung dalam barisan 16 Ketua DPC menolak laporan pertanggungjawaban Ni’matullah pada Musda ke-4 di Hotel Four Points By Sheraton Desember 2021 lalu.
Untuk itu, Amir menegaskan ingin mundur dari Demokrat karena telah menolak laporan pertanggungjawaban Ni’matullah.
“Presiden BJ Habibie secara kesatria memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden setelah LPj ditolak. Untuk itu kami secara kesatria ingin mundur dan tidak ingin lagi dipimpin saudara Ni’matullah. Analoginya sama saja saya muntah, saya jilat lagi air liur saya. Iya toh,” kata Amir.
“Jadi saya tidak akan mencalonkan diri lagi, silakan cari pengganti Ketua Demokrat Maros. Apakah mau menunjuk kambing sepotong, orang sepotong jadi ketua, itu haknya saudara Ni’matullah.”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
