Terkini.id, Halmahera – Dosen Universitas Bosowa (Unibos) membangun Sistem Kelistrikan bersumber energi terbarukan atau energi matahari yang disebut Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTS) Model Hybrid.
PLTS tersebut difokuskan di laboratorium komputer SMKS Fomarimoi yang merupakan salah satu sekolah swasta di Halmahera Barat beberapa waktu lalu.
Hal itu didasari keterbatasan akses listrik yang menjadi masalah utama sekolah di daerah 3T.
Ia menyebutkan permasalahan listrik mengakibatkan kualitas pembelajaran sangat rendah dikarenakan penggunaan media pembelajaran berbasis digital yang memanfaatkan energi listrik tidak bisa terlaksana.
Salah satunya adalah laboratorium komputer yang merupakan salah satu sarana utama sekolah saat ini.
Ketua tim pelaksana program, Ahmad Swandi menjelaskan sebagai bentuk pengabdian masyarakat, program PLTS Model Hybrid tersebut diterapkan sebab sering kali terjadi setiap harinya.
“SMKS Fomarimoi yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat menjadi sekolah pertama di Halmahera Barat yang memanfaatkan energi listrik Bersumber dari Energi Terbaruka ini,” kata Swandi.
Lebih lanjut, dengan adanya listrik PLTS Hybrid 1200 watt ini, masalah keterbatasan dan pemadaman listrik yang sering terjadi dapat diselesaikan.
Dia juga berharap kegiatan pelatihan digitalisasi sekolah yang akan berlangsung dilaboratorium komputer tidak akan terkendala meskipun terjadi pemadaman listrik dari PLN.
Program ini kata dia, merupakan karya dari kolaborasi dari beberapa dosen perwakilan perguruan tinggi yang terdiri atas Ahmad Swandi, S.Pd,.M.Si.P dari Prodi PGSD Universitas Bosowa, Dr.rer.nat. Sparisoma Viridi, S.Si.,M.Si dan Dr. Inge Magdalena.,S.Si.,M.Si yang merupakan dosen Departemen Fisika ITB dan Arief Fauzan, S.Kom.,M.T, dosen TI Unibos, serta didukung oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bosowa.
Peresmian program PLTS Hybrid tersebut dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat, Ketua Yayasan Fomarimoi, Kepala Sekolah dan Perwakilan para guru dari berbagai sekolah di Halmahera Barat.
Sementara itu, Kepala Sekolah Femi, S.Ag mengatakan bahwa sekolahnya merupakan salah satu sekolah yang memiliki lab komputer.
Selain itu sering menjadi tempat bagi sekolah lain dalam berbagai kegiatan seperti asesmen berbasis komputer tingkat SD, SMP dan SMA Sederajat.
Ia menyebutkan masalah terbesar yang dihadapi adalah pemadaman listrik yang sering terjadi saat asesmen berbasis komputer di laboratorium.
“Hal ini sangat mengganggu terlaksananya kegiatan. Selain itu, program digitalisasi sekolah seperti penggunaan website sekolah dan website pembelajaran serta Learning Management System belum bisa dilakukan, hal ini dikarenakan kemampuan guru-guru tentang TIK masih sangat rendah,” ujarnya.
Pihak sekolah sudah sering berencana melakukan pelatihan tentang TIK bagi guru-guru, namun kendala keterbatasan akses listrik membuat program tersebut tidak bisa terlaksana.
“Keterbatasan akses listrik juga membuat pembelajaran dikelas terganggu, guru tidak dapat menggunakan LCD dan berbagai media pendukung dalam pembelajaran,” lanjutnya.
Dengan adanya listrik dari PLTS Model Hybrid, kata dia semua masalah tersbeut dapat diatasi.
Penerapan system PLTS model Hybrid, merupakan bagian dari kegiatan Program Matching Fund Kedaireka tahun 2022 yang dananya diperoleh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi serta Yayasan Fomarimoi dalam bentuk in cash dan in kind.
kegiatan ini juga melibatkan 10 mahasiswa dari FKIP Universitas Bosowa dalam rangka mendukung keterlaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
(*)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
