HUJAN deras membasahi kawasan Bontoa, di sekitar lokasi pabrik Semen Tonasa, saat jurnalis terkini.id berkunjung ke kantor produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu, Rabu 27 Oktober 2021 lalu.
Memasuki kantor pusat perusahaan yang mengantongi standar ISO 50001:2011 ini, suasana terasa adem. Satpam menyambut dengan semringah, sambil mengarahkan pengunjung untuk mengikuti protokol kesehatan: cek suhu tubuh hingga semprot disinfektan.
Tidak terlihat banyak orang di dalam, sampai petugas menunjukkan auditorium kantor tempat penyelenggaraan donor darah dalam rangka HUT ke-53 tahun Tonasa.
Di ruang itu, belasan pendonor rebah di atas matras-matras yang disediakan oleh panitia. Nyaris tidak ada matras yang kosong. Hari itu sudah menjelang sore, tapi rupanya masih banyak yang berdatangan menyumbangkan darahnya.
“Sudah penuh hari ini pak. Kalau mau mendonor silahkan datang besok,” jelas seorang panitia kepada penulis yang juga hendak mendonorkan darah.
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
- Semen Tonasa Gelar Sunatan Massal bagi Masyarakat Lingkar Perusahaan
- PT Semen Tonasa Salurkan Bantuan Hewan Kurban untuk Masyarakat di Area Ring 1
- PT Semen Tonasa Raih Top CSR Award 2026, Kategori Corporate Star 5
- Direktur Keuangan PT Semen Tonasa Jadi Pembicara pada ICOFR Series
Sejak sehari sebelumnya, aksi donor darah Tonasa memang ramai. Mereka datang dari instansi relasi Semen Tonasa, instansi kepolisian, TNI, termasuk karyawan dan keluarga karyawan beserta para pensiunan, outsourcing dan masyarakat umum.
“Kemarin ada rombongan dari TNI. Setelah mau pulang, mereka minta tambah satu rombongan lagi mau datang. Kita dengan senang hati mempersilahkan,” ujar Kepala Biro Humas PT Semen Tonasa, Deddy Edriansah.
Donor darah tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 Oktober 2021 dan digelar atas kerja sama dengan PMI. Kegiatan ini sukses mengumpulkan setidaknya 530 kantong darah.
Kata Deddy Edriansyah, sejumlah pihak dan stakeholder yang hadir menunjukkan Tonasa terus membangun sinergi yang kuat untuk lebih baik.
Kapolres Pangkep, AKBP Try Handako Wijaya Putra yang turut menjadi peserta donor darah, menyampaikan apresiasi ke Tonasa karena sukses membantu PMI dalam ketersediaan stok darah dan membantu mereka yang membutuhkan.
“Kita sangat mengapresiasi kegiatan donor darah ini. Semoga PT Semen Tonasa semakin dekat dengan masyarakat dan semakin sukses membangun negeri dan pertumbuhan ekonomi kita semakin baik,” harapnya.
Sinergi yang baik juga ditunjukkan dengan memberi apresiasi berupa hadiah kepada pendonor yang datang di awal awal.
“Kami memberikan apresiasi bagi para pendonor perdana hingga pendonor terbanyak. Ini merupakan bentuk motivasi kami untuk para pahlawan kemanusiaan tersebut,” ungkap GM Komunikasi dan Hukum PT Semen Tonasa, Said Chalik.
Donor darah merupakan satu dari sekian banyak aksi yang dilakukan Tonasa jelang momentum ulang tahunnya yang ke-53, 2 November 2021 mendatang.
Program TJSL Tonasa
Selama puluhan tahun hadir di Sulawesi Selatan dan ikut berkontribusi untuk pembangunan khususnya di Kawasan Timur Indonesia, Tonasa sudah bersinergi dengan banyak stakeholder termasuk para pelaku UMKM dan komunitas masyarakat.
Dirut Semen Tonasa, Mufti Arimurti bahkan mengungkapkan, dukungan kuat dari komunitas masyarakat yang harmonis menjadi penyemangat Tonasa untuk terus bersinergi dengan merealisasikan program-program ke depan yang lebih baik untuk masyarakat.

Hal itu diungkapkannya saat berkunjung ke desa-desa sasaran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tonasa yang mengusung semangat “Tonasa Bersaudara” itu, Sabtu 2 Oktober 2021.
“Saya bahagia berada di sini bersama masyarakat dalam suasana yang sederhana dan nuansa kekeluargaan yang kuat. Kami beserta jajaran manajemen mengucapkan banyak terima kasih atas penerimaan kunjungan ini.
Dan saya sangat mengapresiasi masyarakat, aparat dan forum desa atas sinergitas yang telah berjalan selama ini. Suasana pedesaan yang harmonis menjadi semangat kami untuk terus bersinergi dengan merealisasikan program-program ke depan yang lebih baik untuk masyarakat,” ucap Ari di Desa Bulu Tellue. Melanjutkan kunjungan ke desa lainnya, yakni Bulu Cindea dan Panggalungan Desa Tabo-Tabo.
Program TJSL Tonasa telah mendapat dukungan dari banyak masyarakat, khususnya Forum Desa dan mereka yang tergabung dalam Tim Pendamping Lembaga Bina Lingkungan Indonesia – BINGKAI. Ini pula yang membuat TJSL Tonasa telah banyak membantu menjadi lebih baik.
Tonasa merealisasikan program-program TJSL itu, dengan memberi bantuan program pengembangan usaha ayam petelur hingga peralatan pertukangan dan pompanisasi
di Desa Bulu Tellue.
Ada juga program pembuatan jembatan penghubung antar desa dan pengembangan ekowisata Mangrove Bulu Cindea untuk Desa Bulu Cindea. Hingga program Elektrifikasi Tenaga Surya.
Dari program-program tersebut, program Pengembangan Ekowisata Mangrove Bulu Cindea dan Elektrifikasi Tenaga Surya Desa Tabo-Tabo yang merupakan program unggulan multiyear di Panggalungan Desa Tabo-Tabo.
Ari berharap, program TJSL yang telah direalisasikan, diharapkan dapat memberi dampak manfaat bagi masyarakat. Bagi program yang sifatnya membangun dan meningkatkan kemandirian, harapannya dapat menjadi salah satu roda penggerak ekonomi masyarakat.
Bagi penerima manfaat, diharapkan menjadi influence membawa perubahan dalam masyarakat yang bertujuan meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitar.
“Salah satu program unggulan multiyear yaitu Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Desa Bulu Cindea memberi manfaat besar baik bagi ekosistem laut maupun manfaat yang dihasilkan oleh Pohon Mangrove.
Dengan pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove, diharapkan kedepannya menjadi pintu ekowisata terbesar, yang dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan juga peningkatan hasil laut di pesisir pantai dengan kualitas terbaik.
Demikian pula halnya untuk pelaksanaan program Elektrifikasi Tenaga Surya di Panggalungan Desa Tabo-Tabo, jujur saya sangat terharu dengan tempat ini. Kami keluarga besar PT Semen Tonasa sangat bangga dengan terealisasinya program ini. Dengan kondisi alam yang cukup menantang serta keterbatasan infrastuktur yang ada, alhamdulillah program Elektrifikasi Tenaga Surya dapat terealisasi.
“Kami bersyukur bahwa masyarakat Panggalungan Desa Tabo-Tabo dapat menikmati penerangan tahap pertama ini, baik untuk kebutuhan rumah tangga, komunikasi dan juga pendidikan.
Anak-anak kita tidak lagi berjalan jauh untuk mendapatkan energi listrik untuk belajar. Mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan mendapatkan informasi dari rumah.
Semoga kami senantiasa dapat melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Setetes air yang dihasilkan untuk kebutuhan masyarakat, ada do’a di dalamnya,” tutup Ari.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
