Soroti Larangan Ekspor Minyak Goreng, Said Didu: Bagaikan Orang Obati Ketombe dengan Cara Amputasi Kaki!

Soroti Larangan Ekspor Minyak Goreng, Said Didu: Bagaikan Orang Obati Ketombe dengan Cara Amputasi Kaki!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Terkait Kebijakan Presiden Jokowi yang melarang ekspor minyak goreng (Migor) dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tengah  menuai perbincangan pihak.

Hal tersebut terlihat saat Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu turut buka suara melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.

Dalam keterangannya, Said Didu menilai kebijakan itu seperti mengobati ketombe tetapi amputasi kaki.

“Kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng untuk menurunkan harga minyak goreng, bagaikan orang mengobati ketombe dengan cara mengamputasi kaki,” ujar Said Didu.

Menurut Said Didu, harga minyak goreng sangat gampang diturunkan dengan cara gunakan dana penguatan ekspor CPO untuk subsidi minyak goreng seperti subsidi biosolar.

Baca Juga

“Harga minyak goreng SANGAT GAMPANG diturunkan dg cara gunakan dana pengutan ekspor CPO utk subsidi minyak goreng seperti sbsd biosolar,” ujarnya.

Selain dari itu, dikutip dari Populis. Sabtu, 23 April 2022. Dia menjelaskan setidaknya ada 5 dampak dari larangan ekspor CPO dan minyak goreng.

Said Didu pun memberikan saran jika pemerintah tidak ingin menurunkan harga minyak goreng, sebaiknya sebagian dana subsidi biosolar untuk subsidi minyak goreng.

Kalau pemerintah tidak mau menurunkan harga minyak goreng dengan kebijakan subsidi maka demi keadilan, seharusnya menghentikan subsidi biosolar yang sudah habiskan uang rakyat sekitar Rp 120 triliun sejak 2016 karena subsidi ini hanya dinikmati oleh orang kaya dan perusahaan konglomerat,” pungkasnya

Said Didu pun memberikan saran jika pemerintah tidak ingin menurunkan harga minyak goreng, sebaiknya sebagian dana subsidi biosolar untuk subsidi minyak goreng.

“Kalau pemerintah tidak mau menurunkan harga minyak goreng dengan kebijakan subsidi maka demi keadilan, seharusnya menghentikan subsidi biosolar yang sudah habiskan uang rakyat sekitar Rp 120 triliun sejak 2016 karena subsidi ini hanya dinikmati oleh orang kaya dan perusahaan konglomerat,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.