Terkini.id, Jakarta – Tengku Zulkarnain beberapa warganet terkait pelarangan pemakaian jilbab di Super Market Diamond Palembang.
Seperti diberitakan oleh Berita Musi, DPRD dan Disnaker Palembang telah melakukan sidak ke Perusahaan Diamond Supermarket tersebut.
Berita tersebut lalu dibagikan oleh Tengku Zul di akun Twitter-nya @ustadztengkuzul pada Rabu, 17 Maret 2021.
Ia mendesak agar izin usaha Super Market tersebut dicabut jika tidak ingin mengubah larangan pemakaian jilbab.
“Super Market Diamond Palembang terbukti larang karyawatinya pakai Jilbab. Jika ngotot semestinya CABUT IZIN USAHANYA. Ini NKRI bukan negara Komunis China,” kata Tengku Zul.
Pernyataan Tengku Zul itu kemudian menjadi sorotan warganet.
Tengku Zul disebut salah menilai sebab aturan perusahaan swasta berbeda dengan aturan negara.
“Zul itu Supermarket bukan milik negeri, Zul.
Ya jelas beda ama kasus di padang karena di padang itu Sekolah negri, Gimana sih Zul?” balas @SELAMATNATAL2.
Tengku Zul lalu membalas bahwa negara ini berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, maka keduanya harus dipatuhi.
“Kok ada komentar sebodoh ini ya? Ini negara Pancasila dan UUD 1945. Paham? Nggak suka out dari NKRI,” balas Tengku Zul.
Komentar Tengku Zul pun dibalas olrh warganet lain bahwa Pancasila bukan berarti harus mengikuti budaya Arab.
Menurut warganet ini, hijab adalah budaya Arab yang baru masuk ke Indonesia sejak tajun 1970-an.
“Pancasila bukan berarti harus jadi Arab. Kau coba tengok sebelum tahun ’70 an, apa ada yang hijaban? Apa mereka nggak paham agama?” komentar @JeanneAgnes2.
Balasan itu pun membuat Tengku Zul nampak kesal.
“Buka mata mu lebar lebar. Kami orang Sumatera bukan keturunan wanita pakai kain basahan ke mana mana atau bertelanjang dada,” balasnya sambil mengunggah sebuah foto jadul seorang perempuan memakai penutup kepala.
Tengku Zul juga menambahkan komentar lain meskipun komentar sebelumnya belum dibalas.
Ia nampak tidak terima jika jilbab dikatakan sebagai budaya Arab. Ia pun mengatakN akan memblokir akun Twitter warganet tersebut.
“Hijab itu agama bukan Arab. Kau saya blok saja lah. Bikin sampah saja. Nenek moyang kami di Aceh, Sumatera Timur, Riau, Sumbar sampai NTB biasa pakai cadar. Mungkin nenek mu yang biasa pakai kain basahan saja,” tambahnya.
Tidak sampai di sana, Tengku Zul juga membuat cuitan terpisah.
Ia kembali menegaskan bahwa jilbab bukan budaya Arab dan sejak dulu perempuan Indonesia telah menggunakan hijab.
Tengku Zul bahkan menyebut bahwa mereka yang mengingkari hal tersrbut adalah komunis dan juga pemuja seks bebas.
“Untuk membantah kelompok Komunis yang semakin merajalela di NKRI yang mengatakan hijab muslimah hanya ada setelah tahun 1970an karena pengaruh Arab, berikut ini kami tampilkan foto wanita Melayu Sumatera Timur abad 19. Buka mata kalian lebar lebar hai Komunis, pemuja seks bebas,” tulisnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
