Terkini.id, Jakarta – Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zul menanggapi pernyataan petinggi negara yang melarang masyarakat untuk mudik pulang kampung di momen Idul Fitri mendatang.
Tengku Zul lewat cuitannya di Twitter, Jumat 23 April 2021, mengaku heran dengan petinggi negara itu yang melarang warga mudik.
Pasalnya, kata Zul, pemerintah melarang mudik namun memperbolehkan ratusan warga India masuk ke Indonesia.
“Kemarin ada Petinggi Negara yang bilang ‘mudik itu membunuh orangtua secara tidak langsung’ Lha memasukan orang ratusan India yang sedang menjadi Wilayah Merah Covid 19 ke Indonesia apa namanya?,” tanya Tengku Zul.
Menurutnya, masuknya ratusan warga India ke Indonesia tersebut juga secara tidak langsung membunuh rakyat tanah air.
- Sindir Ulama Belum Tentu Masuk Surga, Dewi Tanjung: Boro-Boro Mereka Berfikir, di Hadapan Allah Saja Sudah Susah!
- Abu Janda: Tengku Zul dan Edy Mulyadi adalah Bukti Kelompok Islam Radikal Intoleran Hama Bagi Kebhinnekaan
- Heboh Pengurus MUI Ditangkap Densus 88, Pernyataan Almarhum Tengku Zul Diungkit
- Notaris Dipolisikan Gegara Nistakan Tengku Zul, Denny Siregar: Emang Dia Simbol Agama?
- Postingannya Dinilai Hina Almarhum Tengku Zul, Notaris: Maaf Saya Khilaf
“Apa bukan membunuh rakyatmu secara tidak langsung? Perlu Allah dan Malaikat Maut yang selesaikan?,” tutur Tengku Zul.
Pada kicauan selanjutnya, Tengku Zul juga menyinggung soal Pilkada, piknik dan pesta pernikahan yang diperbolehkan pemerintah.
Sementara giliran mudik, menurut Tengku Zul, malah tidak diperbolehkan oleh pemerintah.
“Iya juga ya. Pilkada, BOLEH. Pesta Kawinan, BOLEH. Piknik, BOLEH. Warga India masuk, BOLEH. Giliran Mudik, Nggak BOLEH,” ungkapnya.
Tengku Zul pun lantas mempertanyakan, dendam apa para petinggi negara itu terhadap orang tua masyarakat lantaran melarang melarang mudik.
“Dendam apa kalian sama ibu bapak kami? Ha?,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
