Jokowi Jengkel Soal Kedelai, Tengku Zul: Lah Presidennya Siapa Pak

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain atau akrab disapa Tengku Zul menyindir sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang jengkel lantaran Indonesia masih impor kedelai.

Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 12 Januari 2021, Tengku Zul mengaku heran dengan sikap Jokowi tersebut.

Tengku Zul menilai bahwa Jokowi tidak bisa menyalahkan siapapun terkait impor kedelai itu.

Baca Juga: Rumor Reshuffle Pekan Depan, PAN Siapkan Menteri Jika Diminta Jokowi

Justru, kata Tengku Zul, persoalan impor kedelai tersebut merupakan tanggung jawab Jokowi sebagai presiden.

Sementara rakyat menurut Tengku Zulkarnain, sama sekali tak mengetahui apapun tentang permasalahan tersebut.

Baca Juga: Johan Budi Bertemu Empat Mata dengan Jokowi di Istana, Sinyal...

“Pak jokowi esal karena kedelai masih impor. Lha, Presidennya siapa? Mau menyalahkan siapa? Mumet, Ruwet. Rakyat tahu apa, pak,” cuit Tengku Zul.

Dalam cuitannya itu, Tengku Zul juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “Jokowi Jengkel Kedelai Masih Impor, Netizen: Kalau Mau Tinggal Nerusin Soeharto” yang tayang di situs Sindonews.com pada Senin, 11 Januari 2021.

Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran RI masih impor jutaan komoditas kedelai.

Baca Juga: Johan Budi Bertemu Empat Mata dengan Jokowi di Istana, Sinyal...

Padahal, kata Jokowi, kedelai di Indonesia berlimpah sehingga pertanian nasional perlu dikembangkan secara serius.

Diketahui, beberapa hari belakangan ini tahu dan tempe hilang dari pasar karena harga kedelai impor yang mahal.

Jokowi pun memperingatkan bahwa kedelai sebagai salah satu komoditas yang masih impor harus menjadi fokus perhatian dalam membangun pertanian.

Dalam artikel pemberitaan yang dibagikan Tengku Zul tersebut, Jokowi juga menyebut bahwa petani Indonesia enggan menanam kedelai karena kalah bersaing harga dengan kedelai impor. Padahal sebenarnya di Indonesia kedelai bisa tumbuh baik.

“Kenapa pertama kedelai yang juga di Indonesia bisa tumbuh baik, kenapa petani kita enggak mau tanam? Karena harganya kalah dengan kedelai impor. Kalau petani disuruh jual dengan yang impor harga pokok produksi enggak nutup. Jadi hanya dalam jumlah yang besar untuk melawan yang impor,” ujarnya.

Bagikan