Fadli Zon Kritik TNI, Abu Janda: Wakil Rakyat Kok Gak Ngerti UU

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Abu Janda menanggapi kritik yang dilontarkan Anggota DPR Fadli Zon terhadap TNI usai pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Fadli Zon dalam kritiknya tersebut mengungkapkan bahwa Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang memerintahkan pencopotan baliho Rizieq dan menyinggung soal pembubaran FPI, sudah melanggar tugas pokok fungsi (tupoksi) TNI.

Menanggapi komentar Fadli tersebut, Abu Janda menilai bahwa legislator Partai Gerindra itu tak mengerti soal Undang-Undang (UU) TNI.

Menurutnya, tindakan aparat TNI tersebut sudah sesuai dengan UU tentang TNI Bab IV pasal 7 ayat 9-10.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Buat yang mulia fadlizon dan andre_rosiade yang nyinyirin TNI nurunin baliho Tugas TNI dalam UU No.34/2004 tentang TNI Bab IV pasal 7 ayat 9-10 ‘membantu pemda & polisi dalam ketertiban masyarakat’, TNI sudah sesuai UU,” ujar Abu Janda lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 21 November 2020.

Baca Juga: Bersyukur Pelapor Abu Janda Dicopot Jadi Ketum KNPI, Denny Siregar:...

“Wakil rakyat kok gak ngerti UU?” sambungnya.

Sebelumnya, Fadli Zon melontarkan kritikan keras terhadap Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang memerintahkan pencopotan baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, ia menilai pernyataan Pangdam Jaya yang menyinggung soal pembubaran FPI sudah melanggar tugas pokok fungsi (tupoksi) TNI.

Baca Juga: Pelapor Abu Janda Dicopot dari Jabatan Ketum KNPI, Said Didu:...

Oleh karenanya, ia dengan tegas meminta agar Mayjen Dudung dicopot dari jabatannya sebagai Pangdam Jaya.

“Juga sudah offside ini Pangdam. Sudah melanggar tupoksi dan kewenangan. Sebaiknya Pangdam ini dicopot saja,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Jumat 20 November 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini menilai akan berbahaya jika TNI masuk ke ranah politik sipil dan menggunakan pendekatan kekuasaan.

TNI, kata Fadli Zon, seharusnya berfokus pada ancaman disintegrasi teritorial, seperti di daerah Papua.

“TNI harusnya fokus hadapi ancaman disintegrasi teritorial, seperti di Papua yang kini makin menguat,” ujarnya.

Bagikan