Terkini.id – Media sosial sebelumnya dihebohkan dengan beredarnya foto e-KTP yang dimiliki oleh seorang tenaga asing.
Dalam foto yang beredar, tertulis pria tersebut lahir di Fujian, 25 Maret 1977 beralamat di Jalan Selamet Perumahan Rancabali, RT 002 RW 04, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur.
Pemerintah sebelumnya memastikan, Warga asing dibolehkan memiliki e-KTP tapi tidak boleh memilih.
Namun, menjadi masalah lantaran nomor induk kependudukan (NIK) dalam e-KTP tersebut terdaftar sebagai peserta pemilih. Tapi dengan nama yang berbeda.
Dalam foto yang beredar, e-KTP tersebu berisi wajah seorang pria asing, dengan nama GN.
Tapi di KPU, nomor NIK e-KTP tersebut terdaftar sebagai warga negara Indonesia dengan nama Bahar.
KPU Yakin Hoax
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri, meyakini foto e-KTP warga asing tersebut adalah hoax.
Komisioner KPU Viryan Aziz menyampaikan, e-KTP tersebut diyakini hoax atau palsu.
“Kita telah laporkan kepada Cyber Crime Mabes Polri agar ditelaah lebih dalam apakah foto tersebut hasil editan atau bukan,” kata Viryan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa 26 Februari 2019.
KPU sendiri sudah mengecek foto yang viral itu, dengan melakukan verifikasi bersama KPU Jawa Barat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, serta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Hasilnya, ditemukan fakta bahwa foto e-KTP dengan nomor induk kependudukan di foto itu bukan tercatat atas nama Guohui Chen seperti yang beredar di media sosial saat ini.
“Ternyata NIK 3203012503770011 atas nama Bahar, maka yang terjadi adalah kesamaan NIK, tapi data berbeda,” ucap Viryan.
Lebih lanjut, Viryan mengatakan pemilik NIK yang asli itu kini sudah tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di kawasan Cianjur.
Tentang Bahar, Pemilik Asli Nomor NIK
Sementara itu, Bahar (47) mendadak jadi sorotan. Sebab nama warga Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu dikaitkan dengan tenaga kerja asing (TKA) asal China inisial GC yang memiliki e-KTP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang muncul di daftar pemilih tetap (DPT) atas nama Bahar.
Bahar sehari-hari berjualan bakso keliling mengaku bingung namanya muncul di aplikasi KPU RI dengan NIK milik warga negara asing (WNA) China tersebut.
“Saya tinggal di sini sejak tahun 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan, baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” kata Bahar seperti dilansir detikcom.
Bahar mengaku selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan Pemilu, namun untuk tahun ini dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di daftar DPT.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
