Terkini.id, Jakarta- Saat ini kasus yang hangat diperbincangkan di Indonesia adalah kasus polisi tembak polisi yang belum sepenuhnya terungkap.
Brigadir J meninggal disebut karena baku tembak dengan rekannya Bharada E, yang sama-sama ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa benar kejadian itu terjadi.
“Benar telah terjadi pada hari Jum’at 8 Juli 2022. Kurang lebih jam 17 atau jam 5 sore,” kata Ramadhan di Mabes Polri dikutip dari TribunManado.co.id pada Kamis 21 Juni 2022.
Fakta-fakta mengenai kematian Brigadir J perlahan-lahan muncul dipermukaan. Sejumlah bukti berupa foto, keterangan pihak-pihak, dan informasi luka yang dimiliki oleh jenazah Brigadir J sudah dikantongi oleh Komnas HAM RI.
- Kabar Terbaru: Irjen Ferdy Sambo Resmi Dipecat Tidak Hormat dari Polri!
- Akhirnya Terungkap: Putri Candrawathi yang Mengajak Almarhum Brigadir J dan Eksekutor Lainnya ke TKP
- Kak Seto Desak Keluarga Polri untuk Melindungi Anak Irjen Sambo dan Putri Candrawathi, Alasannya?
- Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Polri Atas Kasus Tewasnya Brigadir J
- Mahfud MD Jelaskan Kemarahan Presiden RI Dalam Kasus Tewasnya Brigadir J
Bahkan Polri telah menyerahkan hasil autopsi kepada pihak keluarga Brigadir Yosua atau Brigadir J yabg diwakili oleh kuasa hukumnya pada Rabu 20 Juli 2022 di Mabes Polri, Jakarta.
Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J mengajukan permohonan autopsi ulang atau ekshumasi untuk tidak dilakukan oleh dokter forensik Polri namun Ia meminta agar proses autopsi ulang jenazah Brigadir J dilakukan oleh tim khusus yang melibatkan kedokteran dari rumah sakit atau TNI.
“Kami memohon supaya bapak kapolri memerintahkan jajaran nya khususnya penyidik yang a menangani perkara ini membentuk tim.independen, yaitu melibatkan dokter-dokter bukan lagi yang dulu,” kata Kamaruddin di Bareskrim Polri dikutip dari tvonnews.com pada Kamis 21 Juli 2022.
Pasalnya ada banyak kejanggalan dari kematian Brigadir J. Bahkan ada beberapa luka yang terdapat pada tubuh korban.
Temuan luka pada leher korban yang diduga bekas jeratan dan kuku korban dicabut sebelum korban ditembak.
“Kami mendapatkan lagi ada luka semacam pikiran di leher, artinya ada dugaan bahwa Almarhum Brigadir J ini dijerat dari belakang,” ujar Kamaruddin dikutip dari tvonenews.com pada Kamis 21 Juli 2022.
“Kukunya dicabut, kita perkirakan itu dilakukan ketika dia masih hidup waktu dicabut jadi ada dugaan penyiksaan,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak di Gedung Bareskrim Polri dikutip dari tvonenews.com pada Kamis 21 Juli 2022.
Menurutnya temuan tersebut semakin menguatkan bukti dugaan pembunuhan berencana. Saat itu, Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo bernama Putri Candrawathi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
