FEB Unibos Gelar Webinar Nasional, Bahas Soal Resesi Ekonomi dan Omnibus Law

Terkini.id, Makassar – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan manusia, melainkan juga mengganggu kesehatan ekonomi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di tengah merebaknya Covid-19, juga muncul peraturan Omnibus Law yang menjadi pro-kontra masyarakat.

Hal tersebut menjadi bahan pembahasan dalam webinar nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bosowa (Unibos) dengan tema “Indonesia di antara Resesi Ekonomi dan Pro Kontra Omnibus Law”.

Webinar ini mengundang pembicara di antaranya, Bahlil Lahadalia, S.E yang diwakili Ir. Yuliot, M. M, (Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal), Dr. H. A. Arifuddin Mane, S.E., S.H., M.H., M.Si (Dekan FEB Unibos), dan Andi Rante, S.E (Ekonom Millenial).

Mungkin Anda menyukai ini:

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D dan turut dihadiri 400 pserta dari berbagai kalangan dan berbagai daerah di Indonesia secara daring. 

Baca Juga: Jadi PT Terbanyak Raih Dana Hibah, Unibos: Hasil Kerja Keras...

Wakil Rektor I dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi FEB Unibos yang kerap kali mengadakan Webinar Nasional dan mengkaji permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Saya berharap dari webinar ini dapat memberikan soslusi yang dapat diterapkan oleh pemerintah dan juga terkhusus untuk mahasiswa Unibos semoga dapat menjadi cendekiawan muda yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Ir. Baharuddin, Minggu 17 Januari 2021.

Selanjutnya, dalam webinar tersebut Dekan FEB Unibos Dr. Arifuddin Mane mengungkapkan bahwa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia per 14 Januari 2021 bertambah sebanyak 11.557 pasien.

Baca Juga: Jelang Pimnas 2021, UKM Litimasi Unibos Gelar Workshop Penulisan Proposal

Menurutnya, angka tersebut menjadi pertambahan kasus baru pasien Covid-19 tertinggi di Indonesia.

“Di tengah dampak Covid-19 yang makin meningkat dan memburuk terdapat peraturan Omnibus Law yang menjadi pro kontra bagi pekerja karena menghapus aturan mengenai jangka waktu perjanjian kerja waktu tertentu bagi buruh, memangkas hari libur, aturan pengupahan diganti, hak memohon PHK dihilangkan dan masih banyak lagi,” ungkap Dr. Arifuddin Mane.

Ia pun juga menyebut, bangsa Indonesia sedang dihantui resesi ekonomi dan paling buruknya adalah depresi ekonomi yang akan segera dialami negeri ini selama setahun ke depan jika Covid-19 ini berkepanjangan.

“Resesi di negeri ini pernah terjadi pada 22 tahun yang lalu, pemerintah harus cepat bertindak agar hal tersebut tidak terulang. Salah satu cara terbaik untuk saat adalah kerja sama antara masyarakat, pemerintah dan pengusaha agar mengurangi  perilaku konsumtif,” jelasnya.

Bagikan