Soal Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar, Ferdinand Hutahaean: Beri Ruang Kelompok Intoleran Jadi Pemimpin

Terkini.id, Jakarta – Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan pendapatnya terkait wacana duet pemersatu bangsa versi Surya Paloh yang akan maju dalam Pemilu 2024 nanti.

Menurut Ferdinand Hutahaean wacana Anies-Puan atau Anies-Ganjar tidak sesuai dengan misi menyatukan bangsa Indonesia.

“Usulan memasangkan Anies-Puan atau Anies-Ganjar dari Pak Surya Paloh dgn alasan menyatukan bangsa menurut sy tdk pas,” ujar Ferdinand Hutahaean, dikutip dari akun Twitter @FerdinandHutah4, Minggu 26 Juni 2022.

Baca Juga: Kuasa Hukum Bharada E Dicabut, Minta 15 Triliun, Ferdinand Hutahaean...

Lebih lanjut lagi, Ferdinand Hutahaean berpendapat bahwa usulan dari Ketua Umum Surya Paloh tersebut akan memberi kesempatan bagi kaum intoleran untuk berkuasa di bumi pertiwi.

“Itu bkn menyatukan, tp lebih tepat disebut memberi ruang kelompok intoleran mjd pemimpin dan menempatkan kaum Nasionalis dibawahnya,” kata Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

“Usul yang berbahaya bg NKRI,” lanjut Ferdinand Hutahaean.

Cuitan Ferdinand Hutahaean Soal Duet Pemersatu Bangsa (screenshot dari akun Twitter @FerdinandHutah4)

Sebagai informasi, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengakui telah memberikan sebuah nama kandidat capres-cawapres kepada Presiden Jokowi.

Selain itu, Surya Paloh juga membeberkan bahwa dirinya sangat memperhatikan isu polarisasi yang sering muncul belakangan ini.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

“Amat sangat,” tutur Surya Paloh, dikutip dari detik.com, Minggu 26 Juni 2022.

Oleh karena itu, Nasdem membuat sebuah wacana duet pemersatu bangsa yang kandidatnya terdiri dari pasangan Anies-Puan, Anies-Ganjar, Prabowo-Cak Imin.

“Saya? Itu saya akui iya. Jadi apa yang bisa saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran, apa yang saya pahami yang insyaallah barangkali itu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa ini. Saya pikir itu yang saya prioritaskan,” imbuh Surya Paloh.

Duet pemersatu bangsa ini (Anies-Ganjar) diharapkan akan menghilangkan polarisasi pada pemilihan presiden kelak.

“Kalau dua figur ini dipersatukan, ini akan paling tidak meminimalisir munculnya polarisasi pada pemilihan presiden yang akan datang,” pungkas Ahmad Ali selaku Waketum Nasdem.

Bagikan